Berita Tabalong

Bantu Tingkatkan Pendapatan Tabalong, 43 Pengusaha Walet Benua Lawas Bentuk Komunitas

Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Salahsatunya adalah dari sektor pajak sarang burung walet.

Bantu Tingkatkan Pendapatan Tabalong, 43 Pengusaha Walet Benua Lawas Bentuk Komunitas
Banjarmasinpost.co.id/Hari Widodo
Ilustrasi - Bangunan sarang burung walet baru di Sungai Batang, Martapura Barat, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Salahsatunya adalah dari sektor pajak sarang burung walet.

Dan untuk meningkatkan ketaatan para pengusaha burung walet dalam membayar pajak Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (DPPRD) meminta seluruh camat untuk membentuk komunitas resmi di setiap kecamatan.

Komunitas atau paguyuban ini diwajibkan dibentuk di tiap kecamatan, karena keberadaan sarang burung walet juga merata di seluruh kecamatan.

Kepala DPPRD Tabalong Erwan Mardani mengatakan dengan adanya komunitas ini memudahkan para pengusaha untuk berkoordinasi dalam peningkatan usaha serta menjadi kontrol dalam pembayaran pajak.

“Sebelumnya kami meminta untuk melakukan pendataan dan dibentuk komunitas yang disahkan langsung oleh aparat kecamatan,” ungkapnya.

KalselPedia - Titik-titik Burung Walet di Kabupaten Batola Kalsel

Badan Pengelolaan Pajak Batola Sambut Baik Tawarkan Kejaksaan Untuk Empat Gembok Setiap Rumah Walet

Pemuda Sungai Andai Ditangkap di Kebun Jeruk Banjarmasin, Bawa Sabu dan Pil Ekstasi

Pada 2019 target retribusi sarang burung walet Rp 60 juta dan yang rutin membayarkan pajak masih 10 persen. Pihaknya berharap seluruh pihak yang terkait bisa ikut membantu memaksimalkannya. Peraturan Daerah Kabupaten Tabalong  Nomor 7 Tahun 2011 mengatur bahwa pembayaran retribusi sarang burung walet adalah 9 persen dari hasil panen.

Terpisah Camat Benua Lawas Jainudin mengatakan di kecamatannya sudah terbentuk komunitas khusus untuk pengusaha burung walet. Memang memerlukan persiapan dan pendekatan kepada seluruh pengusaha agar bisa ikut bersama sama mentaati peraturan daerah dalam pembayaran pajak.

“Saat in ada 43 pengusaha burung walet yang tergabung, selain secara terbentuk secara organisasi mereka juga memiliki group khusus di media sosial untuk memudahkan dalam berkoordinasi,” ujarnya.

Dengan adanya perkumpulan ini terjadi persaingan usaha yang sehat dan saling memberikan dukungan. Saling bertukar informasi dan pengalaman dalam usaha sarang burung walet.

“Kami akan terus melakukan koordinasi dan melakukan kegiatan rutin, jika ada program dari pemeritnah daerah juga lebih mudah,” ungkapnya. Banjarmasinpost.co.id/Reni kurniawati

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved