Tpis Sehat

6 Cara Memilih Susu Formula yang Benar untuk Anak dan Tips Menyajikan Susu Formula yang Tepat

6 Cara Memilih Susu Formula yang Benar untuk Anak dan Tips Menyajikan Susu Formula yang tepat

6 Cara Memilih Susu Formula yang Benar untuk Anak dan Tips Menyajikan Susu Formula yang Tepat
pixabay.com/shutterstock
Cara Menyiapkan Susu Formula untuk Bayi yang Tepat, Dimulai dari Sterilisasi Peralatan (ilustrasi). 

Dr. Christina K. Nugrahani, M.Kes., Sp.A mengatakan, semua susu formula dengan bahan susu sapi memiliki kandungan yang hampir sama.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Susu formula adalah susu pengganti air susu ibu (ASI) bagi bayi atauk anak. Sebaiknya pandai mengetahui cara memilih susu formula yang tepat.

Susu formula mengacu pada standar kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang sesuai dengan RDA (Recommended Dietary Association)," kata Dr. Christina K. Nugrahani, M.Kes., Sp.A dikutip dari kompas..com.

Pertimbangan memilih susu formula diantaranya adalah ketersediaannya, bukan harganya. Maka dari itu, baiknya pelajari cara memilih susu formula yang benar.

Manfaat Minum Susu bagi Kesehatan Tubuh, Bagus untuk Kesehatan Tulang, Jantung Sehat dan Gigi

Inilah Cara Memilih Susu Formula yang Benar untuk anak dan macam–macam susu formula:

1. Susu formula dari susu sapi

Susu sapi adalah salah satu susu pilihan untuk bayi yang tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Alergi akibat susu sapi antara lain berupa diare. Bayi yang telah berusia di atas 6 bulan susu formula yang disarankan adalah yang telah mendapatkan fortifikasi zat besi karena antara usia 4-6 bulan persediaan zat besi pada tubuh bayi mulai berkurang sehingga perlu mendapatkan tambahan asupan dari luar.

2. Susu formula hipoalergenik

Bayi-bayi yang dalam keluarganya memiliki riwayat alergi umumnya akan mengalami alergi terhadap susu sapi. Bayi dengan alergi susu sapi formula biasa sebaiknya diberi susu sapi dengan formula hipoalergenik (hidrolisat), yakni susu sapi yang kandungan proteinnya telah dihidrolisis sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah diolah oleh pencernaan bayi.

3. Susu formula soya

Susu berasal dari sari kedelai umumnya bagi bayi yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi tetapi tidak alergi terhadap protein soya. Fungsinya sama dengan susu sapi yang protein susunya telah terhidrolisis dengan sempurna. Jadi dapat digunakan sebagai pencegahan alergi tersier. Bayi yang alergi susu kedelai harus beralih ke susu formula dengan asam amino yang sudah terhidrolisis (hipoalergenik).

4. Susu formula rendah laktosa

Susu rendah laktosa adalah susu sapi yang bebas dari kandungan laktosa (low lactose atau free lactose). Susu formula jenis ini akan menambahkan kandungan gula jagung. Susu ini cocok untuk bayi yang tidak mampu mencerna laktosa (intoleransi laktosa) karena gula darahnya tidak memiliki enzim untuk mengolah laktosa. Intoleransi laktosa ditandai dengan buang air terus-menerus atau diare.

5. Susu formula lanjutan

Susu formula lanjutan biasanya mencantumkan keterangan "lanjutan" pada bagian muka kemasannya. Susu formula lanjutan ditujukan bagi bayi usia 6 bulan ke atas. Tak ada perbedaan yang terlalu mencolok dalam kandungan nutrisinya. Jumlah kalori yang dihasilkannya juga tidak berbeda jauh. Tak perlu buru-buru mengganti susu formulanya dengan yang lanjutan jika stok di rumah masih ada.

6. Susu formula khusus

Susu formula khusus disediakan bagi bayi yang memiliki problem dengan saluran pencernaannya. Ada bayi yang memiliki gangguan penyerapan karbohidrat, lemak, protein atau zat gizi lainnya. Pemberian susu formula khusus ini biasanya atas pengawasan dan petunjuk dokter. Karena kekhususannya, harga susu ini pun sangat mahal. Juga tidak dijual di toko umum atau hanya tersedia di rumah sakit dan apotek.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Harus Minum Susu Formula"

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved