Berita Kesehatan

Kanker Kelenjar Getah Bening Ria Irawan Tak Bisa Sembuh 100 %, Begini Penjelasan Dokter

Kanker kelenjar getah bening yang diderita Ria Irawan membuatnya kini harus menjalani perawatan untuk melawan kanker yang bersarang di tubuhnya.

Tayang:
Editor: Hari Widodo
Screenshoot Instagram Story Ria Irawan
Ria Irawan harus berjuang kembali melawan Kanker kelenjar getah bening pernah diderita Ria Irawan 2014 lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kanker kelenjar getah bening yang diderita Ria Irawan membuatnya kini harus menjalani perawatan untuk melawan kanker yang bersarang di tubuhnya.

Kondisi Ria Irawan naik turun akibat penyakit yang pernah dinyatakan telah sembuh tahun 2014 silam.

Bagi orang awam dan penyintas kanker, tentu timbul pertanyaan, mengapa kanker yang sudah dinyatakan sembuh, bisa muncul lagi? Bisakah kanker sembuh 100% alias sama sekali menghilang dari tubuh.

Menjawab pertanyaan ini, dokter Spesialis Hematologi Onkologi Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, SpPD-KHOM, M.Epid, mengatakan secara umum kanker tidak bisa disembuhkan secara total.

Penyesalan Krisdayanti Saat Ramai Postingan Selingkuh Raul Lemos, Ibu Aurel Hermansyah Ingin Ini

Kondisi Pilu Ria Irawan Saat Perawatan Kanker Seperti Olga Syahputra & Julia Perez, Ria Mohon Doa!

Sosok Arwah di Belakang Betrand Peto Diungkap Paranormal, Anak Ruben Onsu Diikuti Sosok Mistis Ini

Dibikin Obati Maag Tapi Malah Timbulkan Kanker, Ranitidin Diuji Ulang Setelah 30 Tahun Beredar

Prosedur kemoterapi yang dijalani hanyalah mengurangi pertumbuhan sel kanker yang ada, dan tidak bisa seutuhnya hilang.

"Secara umum kanker tidak bisa sembuh, ketika dia jalani kemoterapi pun, bukan berarti tidak ada satu titik yang tidak ada lagi, bukan pasti hilang. Pasti ada satu titik ngumpet dimana, udah di CT nggak ada ngapain diobatin," ujar dr. Ikhwan di Hotel Raffles Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019), seperti dikutip dari Liputan 6.

Selebihnya, kanker terbentuk karena adanya perubahan kromosom atau gen di dalam sel yang tidak dikehui penyebab pastinya.

Hanya, beberapa pendapat mengatakan salah satunya dipicu dari paparan radiasi bahan kimia yang membuat kromosom berubah. Nah, kalau sudah berubah tidak bisa diperbaiki kembali.

"Sehingga semua kanker secara umum tidak bisa sembuh total, akan ada masanya sehingga setiap kanker itu pengobatan hanya remisi atau mengurangi. Hilang apda saat itu bukan dikatakan sembuh tapi disebut remisi," jelas dr. Ikhwan.

Dokter yang berpraktik di RSCM itu menyebut, jika sudah dianggap hilang, maka perlu dilakukan monitoring untuk melihat kembali atau tidaknya sel kanker.

Monitoring bisanya dilakukan 6 bulan pertama dengan CT Scan, selanjutnya satu tahun, berikutnya 2 tahun dan seterusnya hingga maksimal 5 tahun.

"Biasanya sampai 5 tahun setelah itu ada beberapa yang tidak perlu dilihat lagi. Barangngnya (kankernya) kecil, ada 5 tahun nggak muncul, kadang 9 tahun, 10 tahun ada juga yang muncul lagi," ungkapnya. 

Sementara, Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp PD-KHOM selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) menjelaskan bahwa  pengobatan kanker tidak menjamin kesembuhan 100%, terutama bagi pasien yang baru didiagnosis kanker pada stadium akhir.

Tidak jarang pasien yang telah menjalani pengobatan mendapati kankernya kambuh kembali setelah beberapa tahun berlalu.

Hal ini karena karakteristik kanker yang terdiri dari banyak sel. Jika ada sel kanker yang masih awal dan lolos dari sasaran kemoterapi, ia bisa memunculkan kanker kembali dalam beberapa tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved