Hari AIDS se Dunia: 20 Tahun Lalu Didi Mirhad Berani Mengungkapkan Penyakitnya ini

Berdasarkan data UNAIDS, pada akhir 2018, sebanyak 37,9 juta orang di dunia hidup dengan HIV dan 770.000 orang meninggal karena AIDS.

Tayang:
Editor: Eka Dinayanti
THINKSTOCK.COM
HIV AIDS 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berdasarkan data UNAIDS, pada akhir 2018, sebanyak 37,9 juta orang di dunia hidup dengan HIV dan 770.000 orang meninggal karena AIDS.

Masih banyak orang yang tidak dapat mengakses layanan pencegahan HIB karena adanya diskriminasi, kekerasan, cemoohan dan kekerasan.

Selama ini informasi seputar HIV/AIDS dinilai banyak kalangan tidak adil karena selalu menyudutkan Odha dan menghubung-hubungkan mereka dengan sikap moral.

Berita tentang HIV tenggelam dalam pemberitaan yang dikemas dengan moral sehingga faktanya hilang.

Penularan HIV tidak diuraikan dengan objektif, tapi dihubungkan dengan perilaku dan norma.

Akibatnya, ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) pun mendapat stigma (cap negatif) dan masyarakat menjauhi mereka.

Bentuk Tubuh Mulan Jameela Disoroti Umi Pipik, Eks Rekan Duet Maia Estianty Disebut Sering Begini

Perasaan Sebenarnya Verrell Bramasta pada Febby Rastanty Terungkap, Move On dari Nastasha Wilona?

Hari AIDS Sedunia Diperingati 1 Desember, Ini 5 Mitor HIV/AIDS Berkembang di Masyarakat

Stigma ini masih berlaku sampai sekarang.

Jadi bisa dibayangkan ketika 20 tahun lalu, Didi Mirhad dengan berani memberitahukan pada khalayak bahwa dirinya sakit karena terserang HIV/AIDS.

Didi Mirhard adalah, mantan anggota tim bayangan softball Indonesia yang juga menjadi model, bintang sinetron, iklan dan tarik suara.

Didi mencapai masa jaya dalam dekade 90'an.

Namun ketenaran yang dia terima membawa dia larut dalam gemerlap dunia selebritis.

Tanpa disadarinya suatu bahaya mengancam hidupnya.

Penyakit AIDS yang dia derita selama 3 tahun telah membawanya berpulang menghadap yang Kuasa.

Keberanian Didi mengungkapkan penyakitnya adalah untuk menumbuhkan awareness bahwa HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja dan mengimbau mereka yang berisiko untuk melakukan tes darah.

Didi sendiri pernah ditampilkan sebuah LSM yang bergerak dalam advokasi HIV/AIDS di Jakarta dalam suatu bincang-bincang dengan murid-murid SLTA di Taman Ria Senayan, Jakarta Pusat untuk menumbuhkan kepedulian ini.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved