BPost Cetak

Air dari Sumur Bor Diduga Bercampur Metan, Dinas ESDM Larang Warga Mengonsumsi

Gas yang menyembur dari tiga sumur bor tersebut merupakan gas yang terperangkap dan terbawa air

Air dari Sumur Bor Diduga Bercampur Metan, Dinas ESDM Larang Warga Mengonsumsi
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Selasa (3/12/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pascaheboh tiga sumur bor di RT 01 dan 02 Sungaisangkai, Desa Bedandan, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Baritokuala (Batola) yang mengeluarkan semburan gas, Kabid Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel, Sutikno, Senin (2/12) sore, mendatangi lokasi.

Sutikno diterima Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Batola, Alfiansyah dan Ketua RT 02 H Barnawi (60) dan sejumlah warga setempat.

Menurut Sutikno, di daerah gambut atau rawa memang banyak terperangkap Coalbed methane (CBM), sehingga sebelum jadi bebatuan mengeluarkan gas.

“Jadi gas yang menyembur dari tiga sumur bor tersebut merupakan gas yang terperangkap dan terbawa air,” katanya.

Gulung Tuan Rumah, Barito Putera Yakin Lolos Degradasi

Digeledah Polisi, Bain Kedapatan Simpan Sabu 2 Paket di Saku Celana

Pamrih Choi Siwon pada Raffi Ahmad & Nagita Slavina Saat Bertemu, Boy William KW Minta Imbalan

Sehari Enam Tersangka Ini Ditangkap Anggota Gabungan Polres Tanbu, Kesandung Kasus Sabu

Atas kondisi ini, sambung Sutikno, keberadaan gas dari tiga sumur bor proyek bantuan dari Kementerian Sosial RI ini akan dilaporkan ke Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Isharwanto dan Dirjen Migas selaku pengelola hilir bagian migas sesuai UU No 23 tahun 2014 tentang Pemda.

“Kami harapkan untuk pengeboran, pekerja lebih hati-hati. Jangan sampai tiga sumur bor ini dijadikan mainan anak-anak. Saya khawatir, tiba-tiba ada tekanan kuat gas dari dalam tanah sehingga saat dipancing pakai api akan menyembur. Tolong juga tiga sumur bor ini dipagari,” katanya.

Menurutnya, keberadaaan tiga sumur bor ini akan menunggu survei lebih lanjut dari Kementerian ESDM, apakah dimungkinkan untuk dibuat dapur umum atau ekploitasi gas lebih lanjut.

“Kami ingatkan air sumur bor jangan digunakan dulu sebelum ada uji kualitas air dari Dinas Kesehatan. Air yang bercampur gas ini berpotensi mengandung gas metan atau gas pencemar udara yang reaktif untuk kesehatan manusia. Kalau gas itu terikat air, maka akan berbahaya untuk tubuh manusia,” katanya.

Sementara itu Dinas sosial Kabupaten Batola akan memikirkan relokasi tiga sumur bor tersebut.

“Kalau memungkin tiga sumur bor itu kita akan merelokasi,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batola, Syekh Fuad, kemarin.

Menurut Fuad, relokasi tiga sumur bor mengeluarkan api tersebut tentunya setelah ada arahan dari Kementerian Sosial.

Kronologis Kakek Asra Tewas Diserempet di Danausalak, Mobil Kabur Tinggalkan Korban

Daftar Perolehan Medali SEA Games 2019 Pasca Indonesia Raih 6 Emas, Selasa (3/12/2019) Jam 8 Pagi

Aksi Kreatif Siswa SMAN 1 Tanjung, Kiky Ajari Siswa Sulap Jelantah Jadi Sabun

Pihak kementerian sosial juga masih menunggu rekomendasi teknis dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atau Pertambangan Provinsi Kalsel soal keberadaan sumur bor mengeluarkan api tersebut.

“Untuk sementara kegiatan pengambilan air sumur bor kita hentikan dulu. Kita koordinasi Dinas Lingkugan Hidup Batoal dan Dinas ESDM Kalsel dulu. Kita minta arahan, apakah air sumur tersebut aman tidak,” katanya.

Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Batola, Alfiansyah, akan segera berkoordinasi dengan dinas sosial dan dinas kesehatan untuk segera mengambil sampel air tiga sumur bor yang mengeluarkan gas tersebut. (ogi)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved