Fikrah

Bertahun Baru

Penghuni dunia baru saja bertahun baru menurut kalender Mesihi, penanggalan yang dihitung sejak kelahiran Yesus.

Bertahun Baru
Kaltrabu
KH Husin Naparin 

Oleh: KH.Husin Naparin, Lc. MA

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penghuni dunia baru saja bertahun baru menurut kalender Mesihi, penanggalan yang dihitung sejak kelahiran Yesus. Awal tahun Mesihi merujuk kepada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih (Yesus Kristus), dari bahasa Arab Al-Masih yang berarti membasuh). Dalam bahasa Ibrani Mesiah /Mesias artinya yang diurapi.

Diriwayatkan, Abu Musa Al-Asy’ari gubernur Mesir menulis surat kepada AmiruL-Mukminin, Umar bin Khattab, menanyakan surat-surat Khalifah yang hanya ada tanggal dan bulan, membingungkan. Terasalah waktu itu betapa pentingnya penanggalan Islami. Khalifahpun mengumpulkan sahabat terkemuka : Utsman bin Affan, Ali bin Abi-Thalib, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi-Waqqas, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Mereka bermusyawarat dari mana dimulai kalender Islami. Ada yang mengusulkan dari milad Nabi, tetapi ditolak karena akan sama dengan umat Nasrani. Ada yang menyarankan dari wafat Nabi, tetapi ditolak karena, sebenarnya umat Islam merasakan Nabi SAW tetap hidup, hidup syariatnya. Usul cerdas muncul dari Ali bin Abi=Thalib, kalender Islami dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi SAW dan umat Islam dari Makkah ke Yatsrib yang kemudian dijuluki Al-Madinah Al-Munawwah, kota berkemajuan nan cemerlang.

Kalender Mesihi mengacu kepada perjalanan bumi mengetari matahari, setahun 365-366 hari, dua belas bulan : Januari, Pebruari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, November dan Desember; disebut Solar Year (Tahun Matahari, bah. Arab disebut Sanah Syamsiyyah). Perubahan tanggal dihitung dari jam 00.00. Adapun kalender Hijiriyah mengacu kepada perjalanan bulan mengetari matahari, hari setahun berjumlah 355-356 hari, disebut Lunar Year (Tahun Bulan, bah. Arab disebut Sanah Qamariyah). Nama-nama bulan mengikuti nama-nama yang berlaku pada bangsa Arab Kuno : Muharram, Safar, Rabi’ul Awwal, Rabi’uts-Tsani, Jumadil-Awwal, Jumadits-Tsani, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzul-Qa’dan dan Dzul-Hijjah. Perubahan tanggal bila matahari tenggelam.

Kalender Mesihi dimulai dari kelahiran Nabi isa a.s, sedang kalender Hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi SAW dan umatnya dari Makkah ke Yatsrib. Ada yang mempertanyakan mengapa tahun baru Mesihi disambut beramai-ramai, manusia tumpah-ruah ke luar rumah menanti jam 00.00, bila tiba waktunya merekapun berjingkrak-jingkrak, saling berpelukan, sun kanan sun kiri, cipika-cipiku tak peduli soal muhrim, ciuman lengket kalau sedang pacaran; menyalakan kembang api dan bergadang sampai pagi. Besoknya tidur kecapean, tak bicara soal salat mensyukuri nikmat umur kepada Allah SWT Pencipta yang memberikan nafas dan memampukan manusia bisa bernafas.

Menyambut tahun hijriyah tidak diperintahkan demikian, dianjurkan ke masjid/mushalla, melaksanakan salat taubat dan hajat (kendati salat taubat dan hajat bukan hanya pada tahun baru Hijriyah), bacalah doa akhir dan awal tahun menjelang magrib. Umat muslim perlu menyadari bertambahnya usia untuk menyiapkan masa depan yang cerah.

Banjarmasin Post edisi Jumat (3/1/2020)
Banjarmasin Post edisi Jumat (3/1/2020) (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Betapa beratnya hijrah waktu itu. Sejumlah sahabat datang kepada Nabi SAW menyatakan tidak bisa berhijrah karena orang-tua sakit, anak masih kecil, saudara memerlukan pertolongan, isteri sedang hamil, barang dagangan baru datang perlu dijual, kebun-kebun sudah masak harus dipanen, rumah baru dibangun perlu diselesaikan.” Turunlah ayat “ Qul in kaana aaba’ukum, wa abnaa’ukum, waikhwaanukum, waazwaajukum, wa‘asyiiratukum, waamwaaluniqtaftmuuhaa, watijaaraatun takhsyauna kasaadaha. Wamasaakina tardhaunahaa ahabba ilaikum minallaahi warasuulihii wajihaadin fii sabiilihii, fatarabbashuu hattaa ya’tiyallahu bi’amrihi...” Katakan, jika bapak=bapak, anak-anak, saudara-saudara,isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (adzab)-Nya,,,,] (QS./24). Mendengar ayat ini, semua tertunduk. Berangkat, merekapun berangkat hijrah.

Dalam hidup seseorang, baik tanggal maupun peristiwa yang dilakoni penting diabadikan. Tetapi berapa banyak orang berumur panjang tujuh puluh tahunan, jika sejarah hidupnya ditulis tidak lebih dari selembar kertas : lahir, kawin dan meninggal, karena tidak ada yang perlu dicatat. Ada orang umurnya hanya dua puluh lima tahunan, tetapi sejarah hidupnya beratus halaman seperti Hasanuddin Majedi yang menjadi Pahlawan Ampera.

Nabi SAW ‘” Khairunnaasi man thaala umruhu wahasuna amaluhu, wasaa’an-nasi man thaala umruhu wasaa’a amaluhu“ Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik perbuatannya dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang panjang umurnya dan jelek perbuatannya.” (Alhadits).

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved