Berita Banjarbaru

Sistem Kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Pulih 100 Persen

Sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) telah normal, Senin (20/1/2020).

Sistem Kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Pulih 100 Persen
Istimewa
Suasana di kawasan PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut Kalsel dilihat dari luar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) telah normal, Senin (20/1/2020).

Itu dikatakan Manajer Komunikasi PLN Kalselteng, Syamsu Noor, sehubungan terjadi gangguan di dua provinsi ini akibat petir, saat Minggu (19/1/2020) sore.

Dari 145 feeder yang padam akibat gangguan, sebutnya, seluruhnya telah kembali normal . Dengan begitu, suplai listrik ke pelanggan, juga telah kembali normal.

“Sistem kelistrikan yang sebelumnya mengalami gangguan, sudah dapat kami pastikan pulih 100 persen. Suplai listrik telah dapat dinikmati pelanggan kembali,” terangnya, Senin (20/1/2020).

Pihaknya bersyukur karena proses penormalan dapat berjalan aman dan lancar tanpa ada kendala yang berarti.

Warga Keluhkan Pengendara Terobos Lampu Merah Pelican Crossing Jalan Pangeran Samudera Banjarmasin

Video Lantai Teras SD Sei Limau Kotabaru Ambles, Siswa Belajar di Rumah Dinas dan Perpustakaan

Serangan Nyamuk Munculkan 10 Kasus Demam Berdarah Dangue di Kabupaten Balangan Kalsel

Lima Bulan Berdiri, Santri Tahfidz Raudhotul Mutaalimin Annahdliyah Capai 45 orang, Ini Rahasianya

Dengan telah normalnya sistem kelistrikan, lanjut dia, PLN memastikan segala informasi yang mengatakan bahwa proses penormalan memerlukan waktu berhari-hari adalah tidak benar.

“Kami pastikan,, seluruh proses penormala telah selesai dan sudah tidak ada lagi daerah yang terdampak gangguan kemarin,” ujarnya.

Dia melanjutkan, PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan karena terjadi gangguan ini. Selain itu, PLN juga berterima kasih kepada pelanggan atas kesabaran dan dukungan semua pihak selama proses penormalan sistem kelistrikan.

Seperti diketahui, sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami gangguan.

Penyebabnya, jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) antara Gardu Induk (GI) Cempaka dan GI Pelaihari disambar petir saat Minggu (19/1) sore, pukul 16.49 Wita.

MCM Kalah dari Walhi, Dinas Penanaman Modal Pastikan Investasi Kalsel Tidak Terimbas

Polres Banjarbaru Kalsel Kirim Surat Panggilan kepada GM Oknum Pejabat Terkait Dugaan Pencabulan

Video Unjuk Rasa Pekerja Metal Kalsel di DPRD Kalsel, Tuntut UU Ketenagakerjaan Tak Dipreteli

Gangguan alam tersebut menyebabkan sistem kelistrikan interkoneksi Kalsel, Kalteng dengan Kaltim, terlepas.
Dampaknya, beberapa pembangkit besar, yaitu PLTU Asam Asam, PLTU Pulang Pisau dan PLTA Ir PM Noor, keluar dari sistem kelistrikan.

Sebanyak 22 gardu induk di beberapa wilayah Kalsel dan Kalteng, padam. Sehingga, suplai listrik ke pelanggan terhenti. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved