Wisata Kuliner Bawah Jembatan

Makin Asyik Berwisata Kuliner di Bawah Jembatan Banua Anyar, Ada Musik Panting dan Organ Tunggal

Musik Panting sendiri adalah musik tradisional dari suku Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Disebut musik Panting karena didominasi oleh alat musik

Makin Asyik Berwisata Kuliner di Bawah Jembatan Banua Anyar, Ada Musik Panting dan Organ Tunggal
banjarmasinpost.co.id/mariana
Owner Warung Jukung Julak, Hj Maserah (busana hitam) turut bantu layani pembeli. Mariana. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hiburan live musik umumnya menambah daya tarik pengunjung di suatu pusat perbelanjaan maupun tempat kuliner. Beragam genre musik yang disuguhkan membuat aktivitas menyantap makanan menjadi seru dan tidak membosankan.

Di Banjarmasin terdapat banyak rumah makan yang memfasilitasi wadah para pemusik lokal baik band maupun kesenian musik tradisional panting untuk menghibur para tamu.

Musik Panting sendiri adalah musik tradisional dari suku Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Disebut musik Panting karena didominasi oleh alat musik yang dinamakan Panting, sejenis gambus yang memakai senar (panting).

Kesenian khas lokal ini tidak khusus disewa oleh pihak rumah makan, melainkan inisiatif dari pihak tim musik panting untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah melalui hiburan yang dibawakannya.

Hari Pertama Layani Warga Jurusan Jorong, Segini Penumpang Bus Perintis Damri yang Disopiri Sutowo

Terima Bansos KIP, 600 Pelajar SD di Banjarmasin Ini Wajib Masuk Sekolah Terdekat

Tabiat Asli Teddy & Lina, Mantan Sule Dibongkar Ketua RW, Ibu Rizky Febian & Putri Delina Ternyata?

Seusai Thania Tidur, Ruben Onsu Dapati Betrand Peto Lakukan Ini di Kamar, Suami Sarwendah Bereaksi

"Mereka tampil di rumah makan kami, atau istilahnya ngamen itu atas inisiatif mereka. Dari pihak kami tidak ada secara khusus mengundang atau menyewa mereka," jelas owner Warung Jukung Julak, Hj Maserah.

Diakuinya kehadiran hiburan musik panting berkontribusi meningkatkan angka pegunjung, sehingga omzet bisnis rumah makan yang setahun lalu beroperasi naik sekitar 25 persen.

Satu tim musik panting umumnya terdiri dari enam orang. Dari enam orang tersebut didominasi orang tua, anak muda atau kaum milenial 1-2 orang namun terbilang jarang ikut ngamen.

Setiap pertunjukkan dimulai, tim musik panting meletakkan celengan infaq di depan mereka tampil, para pengunjung pun dapat memberi uang secara sukarela.

"Memang upah untuk mereka tidak kami alokasikan khusus, namun apabila di celengan uangnya sedikit bisa kami tambahkan dalam nominal yang secukupnya. Selain itu mereka kami fasilitasi satu kali makan, kalau minumnya bebas saja berapa kali," ungkapnya.

Jadi Caleg Gagal Lalu Miskin, Pria di Kalbar Ini Nekat Jadi Bos Rampok Spesialis Sarang Burung Walet

Foto Irish Bella Bepakaian Renang Pelihatkan Lekuk Tubuh Disorot Saat Liburan Bareng Ammar Zoni

Selain musik panting, ada pula organ tunggal yang kerap tampil menghibur pengunjung. Untuk organ tunggal biasanya permintaan khusus dari pembeli dalam rangka hari spesial.

"Untuk sekarang sudah agak berkurang pemusik yang menghibur disini, tapi kalau ada mereka menawarkan diri kami persilakan saja," tukasnya. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved