Fikrah

Tasbih Az-Zahra

TIDUR adalah kebutuhan pokok manusia, memiliki fungsi filosofis dan psikologis untuk kesehatan tubuh, bekal utama beribadah kepada Allah.

Tasbih Az-Zahra
Kaltrabu
KH Husin Naparin 

Oleh: KH Husin Naparin, Lc. MA

BANJARMASINPOST.CO.ID - TIDUR adalah kebutuhan pokok manusia, memiliki fungsi filosofis dan psikologis untuk kesehatan tubuh, bekal utama beribadah kepada Allah. Sakit penghalang besar dalam beribadah. Umat beriman diperintahkan menjaga kesehatan. Kurang tidur kesehatan terganggu. “Waja’alnaa naumakum subaataa, wa ja’alnal-laila libaasaa, waja’alnan-nahaara ma’aasyaa.” Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untukmu mencari penghidupan.”(QS. 78./9-11).

Rasulullah SAW berkata kepada Aisyah r.a, “Wahai Aisyah, janganlah kamu tidur sebelum melakukan empat perkara: Pertama mengkhatamkan Al-Qur'an. Kedua menjadikan para nabi sebagai pemberi syafaat bagimu. Ketiga, meminta ridha kepada semua umat beriman. Keempat, melaksanakan haji dan umrah.”

Aisyah bertanya, “Bagaimana aku bisa melakukannya, wahai Rasul?” Rasulullah SAW menjawab sambil tersenyum, “Apabila engkau membaca surah al-Ikhlas tiga kali, engkau seakan-akan telah mengkhatamkan Alquran; bersalawat kepadaku dan kepada para Nabi, allahumma shalli ala muhammadin wa alaa jami’il-anbiya’i wal-mursalin, tiga kali, engkau menjadikan kami sebagai pemberi syafaat untukmu; engkau beristigfar untuk umat beriman laki-laki dan perempuan, “allahummagfir liwaalidayya walil-mukminiina wal-mukminaat,” satu-kali, engkau telah menjadikan mereka ridha kepadamu; engkau bertasbih “subhaanalaah wl-hamdulillaah, wa-laa ilaaha illallaah wallaahu akbar walaa haula walaa quwaata ilaa billaahil-aliyyil-adhiim tujuh-kali, seolah-olah engkau telah melaksanakan haji dan umrah.” Rasulullah SAW mengajarkan pula kepada puterinya Fatimah Az-Zahra. (Kanzul-Ummal, juz 2 hal. 57). Inilah “Tasbih Az-Zahra.”

Baca pula ayatul-Kursi. Lewat ayat ini tahulah kita akan keperkasaan Allah, tidak disentuh kantuk dan tidak diserang tidur. Pahamlah kita akan kasih-sayang-Nya, tidak sekejappun kita melainkan dalam pemeliharaan-Nya. Dengan melindungkan diri kepada-Nya, kita merasa aman karena kita tidak pernah luput dari pengayoman-Nya. Mengertilah kita akan kelemahan manusia, tanpa tidur badan menjadi loyo; tambah tinggi pangkat-jabatan seseorang keperluan akan tidur tambah dibutuhkan. Ketika sang-pejabat tidur, tak seorangpun berani membangunkannya, jangankan ajudannya, isterinya tak berani menyentuhnya. Lengkapi pula dengan membaca bismillah 21 kali.

Rasulullah SAW menasihatkan pula menjelang tidur, Pertama, memadamkan lampu, mengunci pintu/jendela dan menutup bejana tempat makanan dan minuman. (HR.Muttafaq-alaih). Joan Robert seorang ahli biologi berkata, “Dalam gelap tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur ritme tidur, meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan jantung, menghambat peningkatan kolesterol dan anti-kanker.”(New Yourk Time 21/2/2011).

Banjarmasin Post edisi Jumat (14/2/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (14/2/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Kedua, posisi tidur miring ke-kanan. Suami-isteri sama-sama miring ke-kanan, suami di belakang memeluk istrinya. Yang demikian posisi jantung berada di-sebelah atas, aman dari gagal jantung. Ketiga, tidur tidak tengkurap. Ya’isy bin Tikhfah al-Gifary, bercerita bapaknya tidur di masjid posisi tengkurap. Seseorang menggerakkan kakinya dan berkata, tidur seperti ini dimurkai Allah. Ternyata beliau adalah Rasulullah SAW. (HR. Thaberani.).

Adab lainnya, meletakkan telapak tangan kanan di pipi kiri, berwudhu sebelum tidur, tidur di awal malam dan bangun menjelang sahur untuk bertahajjud dan berwitir, membaca ayatul-Kursi. (wanita haid dibolehkan membaca Alquran sebagai doa/pelindung diri. (Al-Fiqh al-Islami wa adillatuh, Wahbah Az-Zuhaili), tidur tertutup aurat (tidur terbuka aurat dijauhi malaikat, karena mereka malu memandangnya).

Sebelum berbaring hendaklah mengibaskan tempat berbaring untuk menjauhkan setan dan kemungkinan adanya hewan berbahaya seperti kalajengking dan lipan. Disamping muhasabah, sudahkah ditunaikan ibadah yang terpikul, atau adakah kemaksiatan terlanjurkan? Bermimpi buruk adalah gangguan setan, karenanya hendaklah isti’azah dan meludah tanpa air-liur arah ke kikiri dan merobah posisi tidur. Apabila gelisah, berzikirlah “a’uzdu bi’izzatillaahi wa qudratihi min syarri iqaabihi wamin hamazatisy-syaathiin an-yahdhuurun, aku berlindung kepada Allah dari murka-Nya dan dari gangguan kehadiran setan.” Dan bersyukur bila bangun,”Alhamdulilaahi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.”

Terlarang tidur sesama jenis dalam satu selimut, untuk menjauhkan bahaya homo-seks dan lesbian pada zaman now. Para orang tua dan pendidik hendaklah mengawasi anak dan anak didik agar tidak tidur sesama jenis dalam satu selimut, minimal pisah ranjang, idealnya pisah kamar. Di pondok-pesantren rentan berjangkitnya homo dan lesbian.

Para pendidik hendaklah memperhatikan anak didik mereka, bila ditemukan remaja-putera yang gemulai, tumbuhkan kelaki-lakiannya lewat olah-raga dan keterampilan lainnya; sebaliknya bila ditemukan remaja-puteri yang tomboy, tumbuhkan kefeminimannya lewat keterampilan yang biasa dilakukan para wanita. Pakaian anak sejak bocah juga mempengaruhi pertumbuhan psikisnya, ada anak laki-laki diberi pakaian gadis bisa jadi membuatnya gemulai, dan anak gadis diberi pakaian laki-laki bisa jadi membentuknya bersikap tom-boy, isyarat Al-Qur'an, “Walaisadz-dzakaru kal-untsa, anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan (QS. 3/360). (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved