Berita Banjarmasin

VIDEO Jelang PON di Papua, Latihan Tim Dayung Kalimantan Selatan Pakai Ban Dalam Bekas

Pagi-pagi sekali, M Faisal sudah berada di sebuah tanah kosong samping dermaga Sungai Awang Sultan Adam Banjarmasin.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pagi-pagi sekali, M Faisal sudah berada di sebuah tanah kosong samping dermaga Sungai Awang Sultan Adam, Kota Banjarmasin,  Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (19/2/2020).

Dia melatih fisik dengan menarik narik karet ban dalam bekas yang sudah diikatkan ke tiang yang kokoh.

Tangan kanannya kuat menggenggam ujung bagian ban dalam.

Sampai hitungan 25 kali tarikan Faisal baru berhenti.

Keringat telah mengucur di bagian tubuhnya.

Kehadiran Mantan Syahrini, Bubu di Rumah Bunga Citra Lestari Saat Ashraf Sinclair Meninggal Disorot

VIDEO Menangis di Hadapan Gubernur Kalteng, Dini Ceritakan Perjuangannya untuk Bisa Sekolah

Sebanyak 84 Orang Ikut Orientasi Pramuka Saka Bakti Husada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

VIDEO Bacalonbup Yoyo-Madi Yakin Lolos Seleksi, Satu-satunya Pasangan Jalur Independen di Kalteng

Hanya beristirahat sebentar, Faisal kembali pindah alat ke berlatih pull-up.

Aksi pullup dilakukan hingga ratusan kali.

Menarik karet dan pullup, menjadi bagian penting dalam latihan para atlet dayung.

Dua alat sederhana ini mampu menguatkan bagian tangan, otot paha dan betis belakang.

"Kekuatan dayung ada di tangan dan dan kaki," ujar atlet dayung nomor Kayak ini.

Faisal tidak sendiri, tapi bersama belasan rekannya.

Itu agenda rutin mereka.

"Sebelum mendayung, latihan pemanasan di dermaga," kata Faisal.

Popularitas Anang Runtuh Disebut Ari Lasso Bersama Mahalini Indonesia Idol, Suami Ashanty Ternyata

Aditya Mufti Ariffin Bersyukur Dapat Dukungan PDIP di Pilkada Banjarbaru 2020, Nadjmi-Darmawan?

 

Walau bermodal alat sederhana dari ban dalam bekas dan besi berkarat yang dibuat dengan usaha para atlet dayung sendiri, tapi latihan pemanasan mereka tetap semangat.

"Kalau ban dalam bekas, jika kendor karena sering ditarik-tarik, diganti lagi dengan ban dalam bekas yang baru agar tarikannya tetap kuat," timpal atket dayung lainnya.

Tinggal delapan bulan lagi, mereka bertanding di ajang PON ke-20 di Papua, Oktober 2020.

Apalagi, cabang olahraga dayung merupakan yang terbanyak menyumbang atlet lolos ke PON Papua, yakni sebanyak 18 atlet.

Di bawah pengawasan ketat para pelatih, Donny Wirawan, Sugian Masyur, Rusdi, Halim, Muhlis, Dessy dan Azhar, para atlet semangat berlatih pemanasan.

Setelah merasa cukup mereka pun lalu mengambil peralatan baik perahu naga maupun kano dan pengayuhnya lalu diturunkan ke sungai.

Biasanya, kata Faisal, setiap Senin digelar latihan panjang dengan mengarungi sungai Awang sejauh 25 kilometer.

"Itu artinya, harus keliling sungai di Banjarmasin," sebut dia.

Popularitas Anang Runtuh Disebut Ari Lasso Bersama Mahalini Indonesia Idol, Suami Ashanty Ternyata

Tiga Bakal Pasangan Calon Pilkada di Kalsel Dapat Rekomendasi PDIP, Ini Nama-namanya

Bank Sampah Barakat Mandiri Kabupaten Banjar Olah Cup Jadi Barang Unik Ini

 

Salah satu pelatih dayung, Masyur, mengatakan, latihan anak asuhnya dilakukan secara terprogram dan bervariasi.

Setiap hari, menu latihan yang disajikan selalu berbeda-beda.

"Misalnya setiap Senin pagi setelah menjalani libur pada minggu, anak-anak digenjot latihan fisik dengan latihan jarak 25-35 kilometer," kata dia.

Kemudian, volume latihan akan ditambah pada hari berikutnya dengan jumlah atlet yang ikut biasanya berjumlah sekitar 30 orang mulai dari kelas kano, kayak dan perahu naga.

Latihan Selasa, lanjut dia biasanya pagi diawali dengan latihan beban dan kemudian siangnya baru di air (sungai).

Begitu juga dengan Rabu dan Kamis, pagi latihan beban digelar siangnya air dan kadang dilanjutkan ke sore latihan di air.

"Jumat, juga tiga kali latihan di air, beban dan air lagi. Sabtu pagi latihan air laku siang lari cek waktu 2 x 2000," ujar Mansyur.

Tapi sebelumnya, kata Mansyur, atlet harus melakukan pemanasan dengan melakukan pull up dan menarik ban bekas.

Tingkatkan Layanan Digital, Perbankan Syariah Kalsel Fasilitasi Pembayaran Zakat Melalui Aplikasi

Ada Objek Wisata Baru di Kabupaten Tabalong, Wajib untuk Dikunjungi

Sebanyak 300 Orang Ikuti Ajang Pencarian Bakat di Universitas Lambung Mangkurat

 

"Kalau menarik ban wajib 25 kali, sedangkan pull up sekitar 150 kali," tambah dia.

Minimnya peralatan membuat para atlet harus bergantian, apalagi peralatan yang digunakan sangat sederhana buatan sendiri.

Begitu juga dengan peralatan dayung yang hingga saat ini masih belum ada yang baru.

Bahkan, peralatan dayung yang digunakan merupakan warisan dari PON tahun 2012.

"Peralatan belum ada yang terbaru semua masih peralatan lama dan banyak yang rusak, jadi latihan bergantian saja," kata Mansyur.

Keterbatasan peralatan tidak membuat atlet dari induk Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalsel ini banyak mengeluh.

Bahkan, mereka tetap membuktikan semangatnya dengan tampil gemilang di ajang kualifikasi PON lalu.

Tanpa diduga, para atlet dayung mampu mempersembahkan satu medali perak dan dua medali perunggu dan bonus 18 atlet lolos berlaga di PON Papua.

Dua Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada HST 2020 Serahkan Berkas Dukungan Besok

52 Kepala Desa se-Kabupaten Tanah Laut Berparade Sebelum Dilantik di Balairung Pelaihari

Pedangdut Kalsel Iis Permatasari Disambut Hangat di Pedalaman Buntok Kalteng

"Itu sudah usaha maksimal kami. Sebelumnya, kami tidak ditargetkan terlalu muluk meraih medali. Namun, anak-anak mampu mewujudkannya, berkat kerja keras mereka," tandas Masnyur.

Di Papua, Mansyur bahkan berani menargetkan anak asuhnya bisa memberikan yang terbaik melebihi saat ajang kualifikasi PON lalu.

"Saya yakin di PON Papuas, tim dayung Kalimantan Selatan kembali membuat kejutan. Kami berharap bisa memberikan medali emas," pungkas dia. (TIM)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved