Fikrah

Melirik Pintu Rezeki

AANNA rajulan jaa’a ilaa rasuulillaahi shallallaahu alaihi wasallam, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, fa qaala “tawallat anniyad-dun-ya

Melirik Pintu Rezeki
salmah
KH Husin Naparin, Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin, Lc. MA

BANJARMASINPOST.CO.ID - AANNA rajulan jaa’a ilaa rasuulillaahi shallallaahu alaihi wasallam, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, fa qaala “tawallat anniyad-dun-ya, wa qallat dzaatu yadii,” Ia berkata, “Dunia telah berpaling dariku dan aku jatuh miskin.” Faqaala Rasulullaahi shallallahu alaihi wasallam, fa’aina anta min shalaatil-malaa’ikati wa tasbiihil-khalaa’iqi wa bihaa yurzaquun,”Dimana anda dari salawatnya malaikat dan tasbihnya makhluk, dengan itu mereka diberi rezeki ?” Qaala, wa maa dzaaka ya Rasuulallaah “ Ia bertanya, “Apakah itu wahai Rasul ?” Qaala, “qul”, Beliau besabda, ucapkan olehmu “subhaanallahi wabihamdihi, subhaanallahil-adhiim, astagfirullaah, mi’ata marratin “seratus kali” maa baina thuluu’il-fajri ilaa an tushalliyash-shubha, “antara terbitnya fajar sampai engkau mendirikan salat subuh, ta’tiikad-dun-ya raagimatan shaagiratan, dunia datang kepadamu melimpah ruah, wa yakhluqullaahu azza wa jalla min kulli kalimatin malaikatan yusabbihullaaha ta’aalaa ilaa yaumil-qiyaamati laka,” dan Allah menjadikan setiap kata satu malaikat bertasbih kepada Allah SWT, pahalanya untukmu.” (Ihya Ulumiddin, al-Gazali)

Pada zaman now, persaingan memperebutkan sumber rezeki semakin ketat, mengakibatkan stres, putus asa, frustasi, resah dan keluh-kesah, kendati pisik kelihatan sehat. Karenanya ungkapan zikir Rasulullah SAW ini sangat perlu diamalkan bagi mereka yang ditimpa kemiskinan, dan bagi mereka yang kaya agar kekayaan miliknya berkah.

Seorang beriman tidak perlu silau terhadap orang yang mampu meraup dunia namun mereka tidak beriman, laa yagurrannaka taqallubulladziinakafaru fil-bilaadi, mataa’un qaliilun, tssumma ma’waahum jahannamu wa bi’sal-mihaad, “Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang tidak beriman bergerak dalam negeri (meraup kekayaan). Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat-tinggal mereka adalah tempat yang sangat buruk.”(QS.3/196-197).

Orang tidak beriman mampu meraup kekayaan karena tidak ada halal-haram, sedang orang beriman harus memilah kehalalan materi dan cara mendapatkannya. Jangan silau dengan perolehan orang lain, itu ketentuan Allah, wa rafa’naa ba’dhakum ba’dhan liyattakhidza ba’dhukum ba’dhan sukhriyyaa., “Kami tinggikan derajat sebagian mereka atas yang lain berbagai derajat, agar mereka saling menggunakan. (QS.43/32). Rizqul-mar’i ala qadril-u’nati, Rezeki seseorang sesuai keperluan, karena “ walau basathallaahur-rizqa li’ibaadihi labaghau fil-ardhi, walaakin yunazzilu biqadrinn maa yasyaa’u innhuu bi’ibaadihi khabiirun nashiirun.”dan jika Allah melapangkan rezeki hamba-Nya niscara mereka akan melampaui batas di bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran(QS.42/24).

Rezeki sudah ditentukan Pencipta. Wa maa min daabbatin fil-ardhi ilaa alallaahi rizquhaa, wa ya’alamu mustaqarraha wa mustauda’ahaa. Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya (QS.11/6).

Banjarmasin Post edisi Jumat (21/2/2020).
Banjarmasin Post edisi Jumat (21/2/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Ya ayyhann-naasu, ajmiluu fi thalabir-rizqi, inna ahadakum lan tamuuta hattaa yastakmila rizquhu fa laa tastab-thi’ullaaha wa ajmiluu fith-thalabi fakhudzuu ma halla lakum wa daruu maa harramallahu.” Wahai manusia, elok-eloklah mencari rezeki. Seseorang di antara kalian tidaklah meninggal kecuali sempurna rezekinya, jangan kecewa jika Allah lambatkan rezekimu, ambillah yang Dia halalkan buatmu dan jauhilah yang Dia haramkan.”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Diantara pintu rezeki bagi mukmin : Pertama, sudah dijamin dan tertulis dalam catatan Allah yang jelas), (QS.11/6). Kedua, karena usaha, “Wa anna laitsa lil-insaani ilaa maa sa’aa wa anna sa’yahu saufa yuraa“Tidaklah manusia manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang diusahakannya (QS. 53/39). Seseorang hendaklah sungguh-sungguh mencari rezeki.

Ketiga, karena bersyukur, la’in syakartum la’aziidannakum. Sungguh, jika kalian bersyukur pasti akan Kami menambah (nikmat) kepadamu,”(QS.14/7). Keempat, tak terduga, “wa man yattaqillaaha yaj’al lahuu makhrajaa wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib... “Barang-siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah tak terduga.”(QS. 65 /2-3). Kelima, karena istigfar. “istagfiruu rabbakum, innahuu kaana gaffaaraa yursilu alaikum midraaraa wa yumdidkum bi amwaalin wa baniina.” Beristigfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, pasti akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, memperbanyak harta dan keturunan (QS. 70/10-11).

Keenam, karena menikah.” Wa ankihul-ayaama minkum wash-shaalihiin min ibaadikum,” dan nikahkahlah mereka yang masih membujang di antara kalian dan mereka yang layak dari hamba-sahayamu laki-laki dan perempuan. In yakuunuu fuqaraa’a yugnihimullaaha min fadhlih...Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan mereka kemapanan dengan karunia-Nya.”(QS.24/32). Ketujuh, karena anak. “wa laa taqtuluu aulaadakum khasy-yata imlaaqin nahnu narzuquhum wa iyyakum...” Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin, Kamilah neyang akan menanggung rezeki mereka dan juga rezekimu. (QS.17/31).

Kedelapan, karena sedekah. “man dzalladzii yuqridhullaaha qadhan hasanaa yudhaa’af lahuu adh’aafan katsiratan.” Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, maka Allah akan melipat-gandakan pembayaran kepadanya berlipat-ganda.” (QS.2/245). Malaikat berdoa setiap pagi, “allaahumma’athi munfiqan khalafa, wa’athi’ mumsikan talafaa.”Ya Allah, berikan ganti kepada mereka yang berinfak, dan rusakkan (harta) mereka yang kikir. (HR. Bukhari-Muslim). (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved