BPost Cetak

Ditengah Merebak Virus Corona, Raja Salman Tahan Adik dan Kemenakan

Di tengah merebaknya virus corona, Pemerintah Raja Salman menangkap dua anggota senior keluarga kerajaan yakni adik Raja Salman, Pangeran Ahmed

Ditengah Merebak Virus Corona, Raja Salman Tahan Adik dan Kemenakan
(Manuel Lopez Figueroa
Penangkapan dilakukan atas perintah langsung Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. (Manuel Lopez Figueroa ) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RIYADH - Di tengah merebaknya virus corona, terjadi kegaduhan politik di Arab Saudi. Pemerintah Raja Salman menangkap dua anggota senior keluarga kerajaan yakni adik Raja Salman, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz Al Saud, serta keponakan raja, Mohammed bin Nayef.

Pangeran Mohammed bin Nayef pernah menyandang gelar putra mahkota sebelum Salman naik takhta. Saat ini posisi putra mahkota berada di tangan Pangeran Mohammed bin Salman, putra Raja Salman sekaligus penguasa de facto Arab Saudi.

Pangeran Mohammed bin Nayef kehilangan posisi sebagai pewaris takhta setelah terjadi pergantian kekuasan pada 2017.

Akhir tahun itu, Putra Mahkota Mohammed bin Salman memerintahkan penahanan terhadap sejumlah bangsawan dengan alasan sebagai aksi antikorupsi.

WNI Terinfeksi Makin Banyak, 17 Terduga Virus Corona Diisolasi

Lanal Kotabaru Periksa Kapal Singapura, Suhu Tubuh ABK SSE Jerome Dicek dengan Thermo Gun

Band Kotak Tampil di Atas Tongkang di Sungai Martapura Banjarmasin

Musibah Dialami Ayu Ting Ting, Muncul Api di Rumah Saat Ada Bilqis & Sohib Nikita Mirzani

Sebuah sumber mengungkapkan penangkapan terhadap Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Mohammed bin Nayef berlangsung pada Jumat (6/3/2020). Namun sumber itu tidak menjelaskan alasan di balik penahanan tersebut.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan penahanan keduanya terkait dengan percobaan kudeta. Pejabat Arab Saudi belum dapat dihubungi untuk diminta komentar, Sabtu, demikian juga dengan pemerintah pusat.

Pangeran Ahmed merupakan satu-satunya dari tiga anggota Dewan Kesetiaan, terdiri atas anggota senior keluarga Al Saud, yang tak sudi Mohammed bin Salman menjadi putra mahkota pada 2017. Disebutkan pula, sejak saat itu gerak gerik Mohammed bin Nayef dibatasi dan diawasi.

Sejumlah sumber mengatakan beberapa bangsawan yang berupaya mengubah garis suksesi menganggap Ahmed, satu-satunya saudara laki-laki Raja Salman yang masih hidup, sebagai pilihan dan akan memperoleh dukungan dari anggota kerajaan, aparat keamanan, serta sejumlah kekuatan Barat.

Pangeran Mohammed bin Nayef, dulunya dikenal sebagai kepala lembaga kontraterorisme Arab Saudi.

BPost Edisi Minggu, (8/3/2020).
BPost Edisi Minggu, (8/3/2020). (BPost Cetak)

Dalam operasi penangkapan terhadap keluarga kerajaan karena alasan pemberantasan korupsi pada 2017, Pangeran Mohammded nin Nayef tidak termasuk di dalamnya.

Dalam operasi itu, Pangeran Miteb, putra miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal dilucuti dari posisinya sebagai Kepala Pengawal Nasional. Sedang Pangeran Alwaleed bin Talal ikut ditangkap.

Penampilan Merry Seperti Wanita Diungkap Raffi Ahmad, Tangis Asisten Suami Raffi Nagita Karena Ini

Siswa Ini Kaget Luar Biasa, Nyatakan Cinta ke Guru Fisika di kelas Ternyata Diterima, Lulus Menikah

Korea Utara Bakal Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan Cegah Masuknya Virus Mematikan Corona

Putra Mahkota Mohammed bin Salman mendapat pujian dari para pemimpin Barat setelah ia memperkenalkan beberapa reformasi moderat di antaranya memungkinkan perempuan di Arab Saudi mengemudi mobil untuk pertama kalinya dan memperkenalkan bioskop ke negara itu.

Namun pembunuhan terhadap wartawan senior Jamal Khashoggi di Kedubes Arab Saudi di Turki, telah merusak reputasinya. Mohammed bin Salman dituding di balik pembunuhan itu.(dailymail/feb)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved