BPost Cetak

WNI Terinfeksi Makin Banyak, 17 Terduga Virus Corona Diisolasi

WNI Terinfeksi Makin Banyak, 17 Terduga Virus Corona dalam pengawasan di ruang Diisolasi

Tayang:
Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
BPost Edisi Minggu, (8/3/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Di samping empat pengidap, pasien terduga corona di Indonesia makin banyak.

Juru bicara tim dokter covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dr dr Erlina Burhan MSc SpP, Sabtu (7/3/2020), mengatakan pihaknya merawat 17 pasien dalam pengawasan di ruang isolasi.

Mayoritas pasien mengeluh demam tinggi, batuk dan kesulitan bernapas. Itu setelah mereka melakukan kunjungan ke negara pandemik corona.

Selain itu, beberapa pasien mengaku jatuh sakit usai berkontak langsung dengan pasien yang dinyatakan positif corona.

Musibah Dialami Ayu Ting Ting, Muncul Api di Rumah Saat Ada Bilqis & Sohib Nikita Mirzani

Pesawat Garuda Terbakar di Bandara Adisutjipto, 21 Orang Tewas, Ini Tragedi Memilukan 13 Tahun Lalu

Band Kotak Tampil di Atas Tongkang di Sungai Martapura Banjarmasin

Berontak & Menjerit! Mahasiswi Ditarik Oknum Dosen PTN ke WC: Jangan Pak, Jangan Pak, Aku Gak Bisa

Oleh karena dalam pemeriksaan radiografi atau sinar-X pada dada (toraks) ada peradangan paru, mereka diisolasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pemeriksaan lanjutan itu untuk mengetahui apakah sakit yang dirasakan pasien diakibatkan virus corona atau tidak,” katanya.

Selain mereka, RSUP Persahabatan menetapkan 37 pasien dalam status orang dalam pemantauan (ODP). Jumlah tersebut bertambah enam pasien orang dibandingkan pada Kamis (5/3).

Pasien yang berstatus ODP itu tidak dirawat di rumah sakit. Hal itu karena tidak semua pasien yang jatuh sakit setelah pulang dari luar negeri terjangkit corona.

“Jadi walaupun ada riwayat bepergian ke luar negeri, dalam 14 hari pertama, kita pilah lagi. Ini luar negerinya mana? Apakah termasuk negara yang terjangkit? Kan WHO mengeluarkan daftar negara yang terjangkit,” kata Erlina.

Kendati tidak diisolasi, imbuh dia, pasien itu tetap diberikan obat dan diminta untuk mengisolasikan diri secara mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

Erlina menegaskan tidak semua pasien yang dinyatakan positif corona dipastikan segera meninggal dunia.

“Saya selalu mengatakan bahwa gejala klinisnya mulai dari ringan sampai berat. Tapi umumnya adalah ringan dan kita melakukan prinsip kehati-hatian. Kita rawat, tujuannya supaya mereka dapat sembuh. Umumnya kan memang sembuh ya,” ungkap dia.

Lebih lanjut, ia menuturkan mortalitas corona sangat kecil dibandingkan penyakit lain.

“Jadi angka kematiannya sampai saat ini rata-rata dua persen. Jadi berita bagusnya adalah minimal 95 persen ke atas itu akan sembuh kalau ditangani dengan cepat” jelas dia.

Erlina juga menyinggung data dari pemerintahan Cina yang menyatakan lebih dari setengah pasien corona dinyatakan sembuh.

“Bukankah yang dari 90 ribuan di Cina sudah 59 ribu dinyatakan sembuh. Sebagian masih dirawat,” pungkasnya.

Sementara itu Iran terus berjuang melawan corona yang masif di negaranya. Iran saat ini menjadi negara di Timur Tengah dengan kasus corona terbesar.

Berdasarkan laporkan peta pesebaran Covid-19 John Hopskins per Sabtu (7/3/2020), jumlah orang yang positif corona di negara itu 4.747 orang dengan kasus kematian sebesar 124 orang.

Melansir Press TV, Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, saat konferensi pers, melaporkan dalam sehari ada 1.234 kasus baru dan 17 kasus kematian.

“Peningkatan itu merupakan rekor kasus terbanyak dalam sehari,” kata dia.

Dari jumlah kasus kematian, tujuh di antaranya menimpa pejabat. Di antaranya, anggota penasihat pemimpin tertinggi Iran Mohammad Mirmohammadi, anggota parlemen Mohammad Ali Ramezani dan Mojtaba Pourkhanali, ulama sekaligus duta besar Iran untuk Vatikan, Hadi Khosroshahi, serta Penasihat Menteri Luar Negeri Iran Hossein Sheikholeslam.

Korea Utara Bakal Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan Cegah Masuknya Virus Mematikan Corona

2 Pangeran Senior Saudi Ditangkap, Salah Satunya Adik Raja Salman, Ini Kejahatan yang Dilakukannya

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan negara-negara yang tidak memiliki keseriusan untuk menghadapi corona.

Para pakar kesehatan WHO mengkhawatirkan penyebaran virus yang telah mencapai 80 negara lebih, dengan kasus positif sebesar 102 ribu orang di dunia. “Ini bukan latihan,” ucap Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (7/3). (tribunnetwork/cep/rin/fik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved