Tajuk
Pendidikan Kebencanaan
Di luar negeri, sejak dini anak-anak sudah diajarkan dan dilatih untuk menghadapi berbagai jenis bencana
BANJARMASINPOST.CO.ID- DALAM sehari Kalimantan Selatan diguncang dua musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan milik dua lembaga pendidikan, Rabu (3/6/2026).
Diawali dinihari sekitar pukul 05.00 wita, kebakaran hebat melanda kawasan Gang Kalimantan 1, Jalan S Parman, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.
Selain menghangusan enam rumah warga, musibah tersebut juga meluluhlantakkan 18 ruangan di MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin.
Malam harinya, sekitar pukul 20.04 Wita, kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Nurul Iman Ma’had Ba’abud di Jalan RO Ulin, RT 04 RW 02 Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan Banjarbaru.
Sedikitnya ada empat ruangan asrama santri yang hangus terbakar beserta isinya. Termasuk kitab-kitab dan barang pribadi milik para santri ikut hangus.
Beruntung, saat musibah terjadi, kedua bangunan dalam keadaan kosong. Dalam artian tidak sedang ada aktivitas siswa maupun santri.
Bisa dibayangkan bagaimana jika musibah tersebut terjadi disaat gedung dipenuhi siswa atau santri yang sedang belajar ataupun beristirahat. Bisa jadi akan lain ceritanya.
Berkaca dari musibah ini, kita seolah kembali diingatkan tentang pentingnya membekali diri dan anak-anak kita dengan pengetahuan terkait mitigasi bencana.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kebakaran termasuk pada jenis bencana alam sekaligus bencana non alam berdasarkan penyebab terjadinya antara lain seperti bencana kebakaran asrama, rumah atau pemukiman, banjir, badai angin ribut dan lainnya.
Di luar negeri, sejak dini anak-anak sudah diajarkan dan dilatih melalui pendidikan harian hingga simulasi darurat, untuk menghadapi berbagai jenis bencana.
Sehingga saat terjadi bencana, dengan kesadaran diri yang sudah terlatih mereka sudah mengetahui harus melakukan apa dan harus berada dimana.
Kita berharap instansi maupun dinas terkait di Banua bisa lebih intens melakukan hal serupa, dengan memberikan porsi khusus untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan terkait kebencanaan di sekolah-sekolah di semua tingkatan.
Bukan hanya pendidikan kebencanaan, dalam hal ini pemerintah juga harus serius dalam menerapkan standar ketat dalam pembangunan fisik seperti gedung sekolah dan fasilitas umum lainnya.
Bangunan tersebut harus dilengkapi dengan fasilitas evakuasi seperti tangga darurat dan sarana penunjang lainnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kebakaran-di-Jalan-S-Parman-Banjarmasin.jpg)