Tajuk

Beri Porsi Pemain Daerah

Super League (kasta 1) dan Championship (kasta 2) musim 2026-2027. Akan digelar 4 September 2026 dan 18 September 2026

Tayang:
Editor: Hari Widodo
ileague.id
GACOR - (Ilustrasi) Striker Barito Putera U19, Korneles Howay jadi top scorer kompetisi EPA U19 Liga 2 2026 dengan 9 gol. Dia dikabarkan naik level ke tim utama Barito Putera. Jadwal kick off Super League (kasta 1) dan Championship (kasta 2) musim 2026-2027 masing-masing pada 4 September 2026 dan 18 September 2026. 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui I League selaku penyelenggara kompetisi profesional di Tanah Air, telah mengumumkan jadwal kick off Super League (kasta 1) dan Championship (kasta 2) musim 2026-2027. Masing-masing pada 4 September 2026 dan 18 September 2026.

Sejak tahun lalu, Kalimantan Selatan hanya punya wakil di Championship, seiring PS Barito Putera terdegradasi pada 2025. Musim ini, skuat berjulukan Laskar Antasari itu, gagal promosi karena kalah bersaing lawan PSS Sleman dan Persipura Jayapura di putaran penyisihan grup.

Saat ini, 18 klub peserta Super League dan 20 tim Championship yang dibagi dalam dua grup tengah lakukan persiapan awal.

Semen Padang FC yang terdepak dari Super League menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih kepala. Dia pernah bawa Kabau Sirah juarai Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012.

Sebelumnya, PSIS Semarang mendatangkan pelatih Widodo Cahyono Putro yang dua musim berturut-turut bawa tim Liga 2 naik level ke Liga 1. Yakni Persijap Jepara tahun 2025 dan terbaru Garudayaksa FC milik Presiden Prabowo Subianto.

Selain soal pelatih dan rumor transfer pemain, topik lain yang jadi perbincangan adalah kabar bakal diterapkannya kuota lima pemain. Sedangkan untuk klub Super League jatah legiun asing tetap 11 orang.

Meski belum ada pernyataan resmi dari I League, tapi informasi ini dipercaya benar adanya. Tinggal menunggu waktu diumumkan. Seperti sebelum-sebelumnya, kehadiran pesepak bola luar negeri itu diharapkan menambah ketat persaingan pemain dalam satu klub. Penggawa lokal bisa belajar dan pada akhirnya kemampuan mereka bisa meningkat.

Tapi di sisi lain, I League patut perhitungkan kondisi keuangan klub Liga 2. Tahun ini saja, Sriwijaya FC keteteran membayar gaji pemain. Hal sama dialami Persipal FC Palu. Bahkan, PSIS Semarang yang tim besar, nyaris tumbang sebelum akhirnya terselamatkan oleh kehadiran investor baru.

Saat musim ini diberlakukan penggunaan tiga pemain asing saja, beberapa klub tak sanggup. Mereka menyiasati dengan cara merekrut pemain asing yang sudah jadi WNI. Apalagi bila nanti diterapkan aturan lima pemain asing.

Hal lain yang sebaiknya diperhatikan atau kalau perlu dimasukkan dalam regulasi adalah soal keterlibatan dan jatah pemain asal daerah setempat.

Diketahui, pada Liga 2 musim ini, hanya  Persipura Jayapura yang sekitar 90 diperkuat pesepak bola lokal bumi Papua. Mereka hanya gunakan tiga pemain asing dan satu gelandang bertahan dari Jawa.

Oke lah, tim berjulukan Mutiara Hitam itu beruntung dianugerahi bakat-bakat alam yang hebat dan tak bisa dilakukan klub-klub lain dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Tapi setidaknya, bila kewajiban merekrut pemain pribumi dalam jumlah tertentu dan keharusan memainkan mereka dalam durasi tertentu, maka kehadiran mereka bukan sekadar sebagai perwakilan secara  simbolik.

Kalau perlu, sematkan aturan pengurangan poin terhadap klub yang ngeyel tak memberi menit bermain kepada local hero setempat. I League harus berani tegas dan manajemen tim wajib memahami ini demi kemajuan pemain daerah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved