Berita Banjarmasin

Indeks Demokrasi Kalsel membaik, Nilainya Segini Lampaui RPJM Kalsel

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kalsel tercatat terus mengalami perbaikan. Berada di posisi sedang atau angka 79,92, poin

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syaiful Azhari saat membuka FGD Indeks Demokrasi Indonesia 2019 Provinsi Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masyarakat dan seluruh komponen Kalimantan Selatan kini patut berbangga. Pasalnya, seiring berjalannya waktu Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kalsel tercatat terus mengalami perbaikan. 

Berada di posisi sedang atau angka 79,92, poin tersebut bahkan telah melampaui target RPJM Kalsel yang hanya 75.

Hal itu diungkapkan oleh Ihsan Nulhakim, selaku Ketua Pelaksana pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD), Senin (16/3/2020) siang tadi. 

" Iya Alhamdulilah untuk indikator demokrasi kita di Kalsel dari tiga posisi yang ada yaitu buruk 0 sampai 60, sedang 60 sampai 80 dan baik 80 sampai ke atas, kita pada posisi sedang. Dan ini sebenarnya telah melampaui target RPJM yang hanya 75," jelasnya. 

BREAKING NEWS: Mulai Besok SD, SMP & PAUD di Banjarmasin Diliburkan, Antisipasi Virus Corona

Kepergok Satpol PP saat Berselingkuh, Perempuan Bersuami Ini Gunakan Jurus Agama

Tajir Melintir! Alshad Ahmad Buka Suara Soal Calon Istri, Sepupu Raffi Ahmad Ungkap Tipe Idamannya

Akhirnya Konser Ayu Ting Ting Ditunda Imbas Wabah Virus Corona, Senasib Tur Dewa 19 & Dul Jaelani

Meskipun, lebih lanjut ia juga mengungkapkan ada beberapa indikator yang tetap masih bisa mempengaruhi terhadap naik dan turunnya indeks demokrasi suatu daerah. 

Diantaranya jika melihat beberapa kejadian berupa unjuk rasa yang berakhir ricuh pada 2019 lalu, pihaknya mengatakan ada sekitar empat peristiwa yang bisa menurunkan indeks demokrasi suatu daerah. 

Sebaliknya jika indikator kebebasan berpendapat atau berekspresi semakin banyak, maka akan meningkat pula indeks demokrasi di Kalsel. 

"Iya, kalau melihat reviews dokumen pada 2019 lalu, memang ada empat kejadian (demo ricuh, red) ya. Tapi ini masih dihitung pusat," jelasnya. 

Oleh karena itu tambah Ihsan lagi, melalui kegiatan FGD yang digelar di salah satu hotel kawasan Jalan A Yani Kilometer 2 Banjarmasin, Senin (16/3/2020) tadilah, pihaknya pun ingin mengonfirmasi segala informasi. 

Mengundang sejumlah komponen masyarakat baik diantaranya dari kepolisian, perusahaan media dalam hal ini Banjarmasin Post, Ombudsman, LKBH, Komisi Penanggulangan Aids dan lain sebagainya, sehingga ia berharap dengan itu bisa memperoleh informasi yang komprehensif. 

Kotabaru Masih Status Aman Corona, Kadisdik Belum Putuskan Liburkan sekolah

Virus Corona Merebak, Permintaan Sarang Burung Walet di Kalteng Melonjak, 1 Kg Capai Rp 11 Juta

Agnez Mo Juga Terdampak Virus Corona yang Kian Menyebar, Keluarganya Larang sang Diva Lakukan Ini

" Iya, harapan akhirnya melalui FGD ini, kami ingin memperoleh informasi yang komprehensif. Informasi yang mewakili kejadian sebenarnya. Makanya kami pun menyebarkan undangan kepada mereka yang mewakili," tutupnya. 

Selain itu, sebelumnya kegiatan FGD sendiri juga dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hanifah D dan dihadiri juga Kepala BPS Kalsel Diah Utami. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved