Tajuk

Social Distancing ‘Merambah’ ke Masjid

WABAH Virus Corona atau Covid-19 seolah mulai mengancam aktivitas ibadah di hampir seluruh masjid di dunia.

Social Distancing ‘Merambah’ ke Masjid
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Jemaah melaksanakan salat dzuhur berjamaah dengan menerapakan jarak antara shaf sekitar dua meter dan jarak antara jemaah dalam setiap barisan sekitar 20 - 30 centimeter, di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Kamis (19/3/2020). Langkah tersebut diterapkan DKM Salman dalam setiap salat berjamaah saat ini guna meminimalisir sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona (Covid-19). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - WABAH Virus Corona atau Covid-19 seolah mulai mengancam aktivitas ibadah di hampir seluruh masjid di dunia. Hingga Kamis (19/3/2020), total ada 220.313 kasus Virus Corona di 176 Negara dan 85.769 pasien dinyatakan sembuh.

Seperti dilakukan Arab Saudi. Setelah mengumumkan menghentikan sementara umrah, Arab Saudi memutuskan menunda semua kegiatan pendidikan dan keagamaan di masjid mulai awal pekan lalu. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Menteri Urusan Islam Saudi Abdullatif al Sheikh menetapkan pembatasan waktu antara azan dan iqamah hanya berdurasi 10 menit di seluruh masjid di Saudi. Sedangkan waktu maksimum khutbah Jumat dan berdoa tidak boleh lebih dari 15 menit.

Bagaimana di Indonesia? Batasan atau melakukan social distancing di masjid khususnya saat Salat Jumat atau saat Ramadan mendatang sempat jadi perdebatan. Masing-masing pihak mengeluarkan argumen dengan dasarnya masing-masing. Apakah lantas mereka benar? Belum tentu.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sejumlah fatwa, bahkan secara khusus dan detil membahas social distancing pelaksanaan ibadah di masjid.

Banjarmasin Post edisi Sabtu (21/3/2020).
Banjarmasin Post edisi Sabtu (21/3/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Dari 9 fatwa yang diumumkan Deputi Pengembangan Pemuda MUI, M Asrorun Ni’am Sholeh poin ‘Terkendali’ dan ‘Tidak Terkendali’ yang wajib dicermati:

“Dalam kondisi tidak terkendali yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat dan wajib menggantikannya dengan salat zuhur di tempat masing-masing. Dalam kondisi penyebaran COVID-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan salat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak, seperti jamaah salat lima waktu/rawatib, satlat Tarawih dan led di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum den majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar COVID-19”.

Saat tiada kepastian mengenai ukuran ‘Terkendali’ dan ‘Tak Terkendali’, haruskah kita merasa takut? Waspada virus corona tentu saja, tapi jangan sampai ketakutan akan virus corona menghalangi aktivitas kita, bahkan membuat kita menjadi orang yang Fobia Sosial atau bahkan sampai ke level Anxietas. Semoga! (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved