Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan

VIDEO Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan, Ada Beragam Jenis Tanaman Keras

Hutan galam di Desa Swarangan Kabupaten Tanahlaut tak hanya ditumbuhi galam, Namun, ada puluhan jenis tanaman keras lainnya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHAR I-Lahan rawa dan sebagian daratan di sekitar pesisir pantai di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), yang berada di lingkungan perkantoran dan port PT Jorong Barutama Greston (JBG) tak cuma menjadi habitat galam (melaleuca cojuputi).

Lebih dari itu di kawasan hutan galam perawan tersebut juga banyak ditumbuhi beragam jenis tumbuhan hutan tropis lainnya.

Setidaknya yang telah terdeteksi mencapai belasan jenis, baik berupaya tumbuhan kayu keras besar maupun kecil.

Merujuk informasi jenis tumbuhan di kawasan setempat yang terpampang di papan informasi di gazebo di Natural Galam Track di lingkungan perkantoran PT JBG, jumlahnya sebanyak 18 jenis selain galam. Mayoritas merupakan jenis tumbuhan kayu keras.

Status Kalsel Naik Jadi Tanggap Darurat, Warga Kalteng dan Kaltim Wajib di Screening Virus Corona

Update 10 Negara dengan Kasus Virus Corona Terbanyak di Dunia (21/3), Bagaimana Indonesia?

Larangan Syahrini Saat Heboh Virus Corona, Istri Reino Barack Wajibkan ini ke pekerjanya

Pengakuan Cita Citata Ditawari Mobil Harga Rp 5 Miliar untuk Lakukan Ini, Respon Kekasih Roy Geurts?

Jenisnya meliputi Laban (citex pinnata), Bangkal (naucica subdita/korth), Pelawan Merah (tritanlopsis merguensis griff), Belangeran (shorrea belangeran), Waru Laut (hibiscus tivaceus), Cemara Laut (casuarina equissatifalla), Kayu Putih (melalueca leucadendron), dan Ketapang (terminalia catappa).

Llau, Pulai (aistonia spularis), Nipah (nypa fruticans), Karamunting (melastoma sp), Kayu Kuku (periscopis mooniana), Jambu-jambuan (eugenia sp), Nyamplung (calophyllum inophyllum), Akasia (acacia mangium), Mangga (mangifera indika), Rotan Sempurut (calameae), dan Macaranga (macaranga sp).

Tumbuhan khas hutan tropis itu sebagian besar tumbuh subur secara alami di area daratan bercampur dengan kayu galam. Sedangkan di area lawan rawa setempat di kawasan tersebut hanya ditumbuhi kayu galam.

Sepi saat Lockdown, Kawanan Gajah di China Ini Masuk Desa Lalu Mabuk-mabukan hingga Pingsan

Korut Malah Tembakkan Rudal Saat Wabah Virus Corona, Korsel Bereaksi pada Negara Kim Jong Un Itu

Terdampak Corona, Garuda Indonesia Terancam Gagal Bayar Utang dan Lakukan Ini

"Jadi, hutan galam perawan di tempat kami ini juga bisa disebut sebagai kawasan konservasi tumbuhan hutan tropis," ucap Mine Head/Kepala Teknik Tambang (KTT) PT JBG Ir I Gde Widiade didampingi staf eksternal Idhar, Sabtu (21/3/2020). (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved