Berita Kabupaten Banjar

Lapas Narkotika Karangintan Rumahkan Napinya, 'Terima Kasih Pak Joko Widodo'

Asimilasi tersebut menindaklanjuti Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM

Rahmat Pijati
Belasan napi Lapas Karangintan semringah lantaran mendapatkan asimilasi, Jumat (3/4) siang. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Seperti di lembaga pemasyarakatan lainnya, Lapas Narkotika Kelas IIA Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), juga turut melakukan asimilasi terhadap narapidana (napi) setempat.

Jumat (3/4/2020) siang sekitar pukul 14.30 Wita sebanyak 12 orang napi yang ke luar lapas.

"Kamis kemarin juga sudah ada, 11 napi," sebut Kasi Binadik Lapas Narkotika Karangintan Rahmat Pijati.

Ia menuturkan asimilasi napi tersebut masih akan berlanjut hingga senin. Namun mengenai jumlahnya, dirinya belum dapat menginformasikan.

Corona Bikin Narapidana Tersenyum, Lapas Teluk Dalam Banjarmasin Rumahkan 84 Napi

Mengaku Bu Dokter dan Mau Dinikahi, Wanita Ini Tipu Pria Balangan Rp300 Juta

Cuma Lihat Contoh, Siswi SMKN 2 Amuntai Produksi Masker Lalu Dibagikan Gratis

Dapat Asimilasi Napi Pelaihari Lakukan Sujud Syukur Hingga Rekam Video

Rahmat menerangkan asimilasi tersebut menindaklanjuti Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-19.KP.01.04.04 Tahun 2020 tentang pengeluaran/pembebaskan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.

Karena itu, jelasnya, napi yang mendapat asimilasi tersebut mesti standby di rumah masing-masing. Pihaknya bersama Kejaksaan Negeri Banjar melakukan pengawasan.

Rentang waktu asimilasi, sebut Rahmat, bervariasi tergantung sisa masa hukuman napi. Mereka yang berhak mendapatkan asimilasi antara lain yang telah menjalani dua per tiga masa hukuman.

"Yang paling lama asimilasinya enam bulan dan yang paling singkat pada 28 April 2020 nanti berakhir," paparnya.

Dikatakannya, napi yang telah selesai menjalani masa asimilasi wajib kembali ke Lapas Narkotika Karangintan.

"Untuk mengambil surat lepas. Setelah itu bebas dan bisa kembali hidup normal bersama keluarganya," paparnya.

Belasan napi setempat yang mendapatkan asimilasi pun semringah. "Terima kasih Pak Presiden Joko Widodo Pak Menkum HAM atas pengeluaran asimilasi rumah kepada kami. Semoga bangsa ini terbebas dari covid-19," ucap mereka kompak.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved