Fikrah

Menangkal Corona

VIRUS Corona saat ini telah menginfeksi lebih dari 100 negara di dunia dan mengakibatkan 6.400 orang meninggal dunia. WHO menyatakan virus Corona

Menangkal Corona
blogspot
KH Husin Naparin Lc MA

Editor: Didik Triomarsidi

Oleh: KH HUSIN NAPARIN, LC. MA

BANJARMASINPOST.CO.ID - VIRUS Corona saat ini telah menginfeksi lebih dari 100 negara di dunia dan mengakibatkan 6.400 orang meninggal dunia. WHO menyatakan virus Corona sebagai pandemi. Artinya, telah menyebar ke hampir seluruh dunia dan populasi dunia kemungkinan akan terkena infeks, sebagian dari populasi dunia akan jatuh sakit. Ia adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Sampai saat ini belum diketahui sumber pasti yang terbukti secara ilmiah sumber penyebab adanya virus ini. Namun awal kasus virus diketahui muncul dari Kota Wuhan di China pada Desember 2019, menyebabkan kematian. Bahkan, pasien yang terinfeksi dan sembuh sebagian ada mengalami kerusakan permanen pada paru-paru dan antibodi. Ia muncul dengan beberapa gejala yang berbeda-beda pada tubuh pasiennya. secara umum, gejalanya adalah flu, demam, batuk, hingga sesak napas.

Secara medis, sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Namun, tercatat ada beberapa orang yang sembuh setelah menjalani isolasi serta perawatan di rumah sakit. Di Indonesia, misalnya, per 15 Maret 2020, pemerintah mengklaim telah ada 8 orang yang sembuh (detik.com).

Menurut kacamata umat beragama, sebagian ulama mengatakan virus ini bisa jadi adalah jelmaan iblis/setan untuk mengganggu manusia, bisa jadi sengaja diciptakan Tuhan untuk mengingatkan manusia dari kesombongannya dan Allah ingin menampakkan kekuasaan-Nya. Betapa tidak, seseorang yang terpapar virus ini tak bisa mempertahankan umurnya.

Diantara para ulama memberikan acuan untuk menangkal virus ini dengan doa-doa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW, karena wabah berupa penyakit bahkan bencana alam semuanya terjadi atas kehendak Allah SWT. Dia yang menciptakannya dan Dia pula yang mampu mengangkat/menghindarkannya.

Perbanyaklah kembali kepada Allah SWT dengan taubat. Siapa tahu hal ini akibat merebaknya kemaksiatan manusia di permukaan bumi Allah. Tetapi mengapa orang-orang baik juga terpapar corona.

Jangan heran, suatu musibah bila menimpa orang baik-baik, maka itu taraqqi baginya (meninggikan imannya), asal ia rida akan takdir Allah. Bila menimpa orang yang kadang-kadang taat dan kadang-kadang maksiat, maka musibah itu menjadi ta’dib (peringatan) baginya. Dan bila menimpa orang maksiat/kafir, maka itu thard baginya yaitu persekot siksa di dunia dan di akhirat azab akan lebih besar lagi.

Kita bisa menangkalnya dengan doa-doa. Inilah rupanya hikmahnya, mengapa seorang beriman bila bepergian ke luar rumah, jauh atau dekat hendaknya selalu dalam keadaan berwudhu. Wudhu adalah pencegah musibah.

Bila seseorang terkena musibah, ia bepergian tanpa wudhu, maka janganlah ia mencerca siapa-siapa, kecuali dirinya sendiri yang bepergian tanpa pelindung diri, Percikan air wudhu bisa membuat otot yang tegang menjadi lebih rileks sekaligus pembersih kotoran yang menempel di tubuh seseorang terutama wajah, tangan dan kaki. Wudhu yang benar dan rutin adalah solusi terbaik untuk memelihara kesehatan tubuh. Rasulullah SAW bersabda, ”Umatku nanti dibangkit di hari kiamat cemerlang bekas-bekas wudhu,” (HR Bukhari-Muslim).

Untuk menangkal virus corona janganlah ke luar rumah kecuali keperluan mendesak dan hindarilah kerumunan orang banyak. Hindarilah duduk-duduk santai di muka rumah yang tidak diperlukan, siapa tahu seseorang yang lewat dan berpapasan dengan kita adalah orang yang sudah terpapar corona. Disinilah rupanya hikmah keluar rumah dalam keadaan berwudhu.

Disamping itu, Rasulullah SAW menganjurkan bila ke luar rumah agar membaca ayat Al Kursi (QS Albaqarah 255 selengkapnya). Ia adalah pelindung diri dari segala musibah dan setan. Begitu pula ketika masuk rumah pulang dari bepergian, agar iblis/setan yang menjelma dalam bentuk penyakit tidak bisa ikut masuk rumah.

Seseorang yang datang dari bepergian pulang ke rumah, sebaiknya mengganti pakaian dengan pakaian yang lain. Plus sebelum tidur, baca ayat ini sebagai pelindung diri, wanita haid dibolehkan membacanya sebagai doa dan isti’adzah.(lihat ; Wahbah Az- Zuhaili, al Fiqh al Islami wa adillatuh).

Setiap malam antara magrib dan Isya, laksanakan salat awwaabin, yaitu dua rakaat ba’diyah magrib, dua rakaat salat taubat dan dua rakaat shalat hajat, mohonlah kepada Allah SWT agar umat Islam dimanapun dihindarkan dari bermacam wabah dan petaka pada setiap waktunya, khususnya dari corona. Bacalah surah Yasin dan doanya, di dalam doa Yasin itu terdapat permohonan perlindungan diri sari segala bencana, penyakit, seribu obat, seribu kekuatan, seribu kesembuhan, dan seribu keberkahan. (lihat Risalah Amaliah oleh A.Qusyairi). Bacalah segala doa tolak-bala (daf’ul-bala) dan barangkali tepat waktunya kita melaksanakan qunut Nazilah, Ud’uunii astajib lakum, Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan (QS.40/60). (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved