Berita Kesehatan

Ramadhan 1441 H, Puasa Ternyata Bisa Lawan Covid-19, Ini Penjelasannya

Puasa ternyata bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan virus Corona atau Covid-19

Tayang:
Editor: Hari Widodo
NU.OR.ID
Ilustrasi Puasa- Ternyata puasa bisa meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan Virus Corona atau Covid-19. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak kurang satu bulan lagi umat muslim di Indonesia bakal memasuki Bulan Ramadan 1441 H.

Tahun ini, Ramadhan yang ditandai dengan kewajiban berpuasa bagi umat muslim bakal dijalani ditengah  merebaknya Pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Namun, jangan khawatir. Meski harus menahan rasa lapar dan haus,  banyak pendapat yang menyebut, bahwa puasa memberikan pengaruh baik bagi tubuh manusia. Salah satunya meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Southern California, puasa selama tiga hari dapat memiliki peningkatan yang signifikan dalam kesehatan, khususnya daya tahan tubuh.

Fatwa Muhammadiyah Soal Ramadan Saat Wabah Virus Corona, Salat Tarawih di Rumah Saja

Jelang Bulan Ramadan di Banjarmasin, Agen Kurma Hj Ali Banyak Diburu Pembeli

Jelang Ramadan 1441 H, Dandim Martapura Turun ke Pasar Martapura, Pantau Harga dan Stok Sembako

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa rasa lapar memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel darah putih baru yang melawan infeksi.

Para peneliti menyebut puasa sebagai "pembalik sakelar regeneratif" yang mendorong sel induk menciptakan sel darah putih baru. Penciptaan sel darah putih baru inilah yang mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.

"Ini memberi tanda 'OK' bagi sel induk untuk terus maju dan berkembang biak membangun kembali seluruh sistem," ungkap Profesor Valter Longo dikutip dari telegraph.co.uk, Kamis (05/06/2014).

"Kabar baiknya adalah tubuh menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak, tua, atau tidak efisien selama puasa," katanya.

Melihat kondisi dunia saat ini yang tengah dilanda pandemi global Covid-19, memungkinkan para umat muslim untuk menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus selama 12 jam sekaligus mencegah infeksi virus corona (Covid-19).

Jika dikaitkan dengan hasil penelitian Profesor Valter Longo yang menyebutkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, maka dengan berpuasa bisa dijadikan sebagai benteng perlindungan diri terhadap infeksi virus corona (Covid-19).

Lebih lanjut, pada penelitian tersebut juga dikatakan bahwa dengan menjalankan puasa yang berkelanjutan, memaksa tubuh menggunakan cadangan glukosa dan lemak.

Akibatnya dapat merusak sel darah putih lama. Namun, hal ini membuat tubuh menginduksi perubahan yang memicu regenerasi sel induk untuk membuat sel sistem kekebalan tubuh baru.

"Ini memberi tanda 'OK' bagi sel induk untuk terus maju dan berkembang biak membangun kembali seluruh sistem," ungkap Profesor Valter Longo dikutip dari telegraph.co.uk, Kamis (05/06/2014).

"Kabar baiknya adalah tubuh menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak, tua, atau tidak efisien selama puasa," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved