Breaking News:

Wabah Virus Corona

Daftar 7 Universitas yang Dapat Bantuan Alat Tes Virus Corona Berbasis PCR

Bantuan alat tes Virus Corona kepada 7 universitas itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Instagram @luhut.pandjaitan
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 

EDITOR : Rahmadhani

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah memberikan bantuan satu set lab tes virus corona (Covid-19) yang berbasis Reverse Transciption Polimerase Chain Reaction (RT PCR) kepada 7 universitas di Indonesia.

Bantuan alat tes Virus Corona kepada 7 universitas itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui siaran pers.

"Kami memberikan bantuan full satu set lab yang terdiri dari mesin ekstraksi RNA automatis, PCR, swab kit, reagen untuk ekstraksi RNA, baik yang manual maupun automatis, dan test kit untuk PCR," ujarnya, jakarta, Kamis (16/4/2020).

Sebagian Besar di Pulau Jawa, Pemerintah Setujui PSBB 11 Daerah, Ini Daftarnya

Reaksi Bill Gates saat Donald Trump Setop Pendanaan WHO di Tengah Pandemi Covid-19

Tujuh universitas yang mencapat bantuan tersebut yakni Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Udayana dan Universitas Sumatera Utara.

"Laporan yang saya terima, distribusi alat sudah berjalan sejak minggu lalu dan akan terus berlanjut sampai minggu depan. Kita harapkan mulai minggu ini sudah mulai bekerja, dan minggu depan bisa full capacity 1.000 tes per hari untuk setiap lab,” kata Luhut.

Selain alat lab tes Covid-19, pemerintah juga telah membantu Gugus Tugas mendistribusikan alat-alat kesehatan meliputi baju pelindung, masker N95, kacamata medis, sarung tangan medis dan pelindung muka. Jumlah keseluruhannya mencapai lebih dari 1 juta unit.

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (kontan)

Luhut mengakui masih ada keterbatasan yang dihadapi dalam penanganan pandemi Covid-19, misalnya kurangnya reagen untuk ekstraksi RNA.

Hal ini menghambat kecepatan dalam melakukan tes Covid-19 berbasis PCR.

“Dalam minggu depan, kita akan mendatangkan reagen ekstraksi RNA secara manual untuk 50.000 tes dan tambahan 50.000 tes secara gradual untuk reagen ekstraksi RNA secara automatis. Begitu datang akan kita distribusikan langsung kepada lab-lab yang membutuhkan," kata dia.

Halaman
12
Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved