Wabah Corona di Kalsel
Sebut Tala Tak Perlu PSBB, Bupati Sukamta Ungkap Alasan Ini
Bupati Sukamta menyebut Tanahlaut tidak perlu melakukan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), kian menggencarkan cegah tangkal virus corona (covid-19).
Upaya terkini yang dilakukan yakni memaksimalkan test swab.
"Semula memang ingin menggencarkan rapid test. Tapi, supaya bisa lebih cepat, saya perintahkan untuk langsung dilakukan test swab," ucap Bupati Tala Drs H Sukamta MAP, Selasa (28/4/2020).
Ia mengatakan test swab lebih praktis karena dalam waktu yang tak terlalu lama bisa langsung mengetahui seseorang terpapar covid-19 atau tidak.
• Stok Darah di Tanahlaut Susut Drastis, PMI Beri Paket Ini Bagi Pendonor
• VIDEO Terdampak Covid-19, Pembangunan Gedung Baru Klinik Hewan Tanahlaut Tertunda
• ODP Bakal Dikarantina di Eks Gedung RSHB Pelaihari, ini Kata Sukamta
"Toh kalau rapid test juga masih harus test swab. Jadi, saya berpikiran lebih baik langsung test swab saja," tandasnya.
Tenaga teknis juga telah dipersiapkan. Sebanyak 42 orang tenaga medis Tala telah selesai dilatih melaksanakan test swab sehingga dapat melakukan tindakan tersebut secara baik.
"Jadi tinggal alat test swab-nya yang disiapkan. Tak mengapa mahal, tapi bisa cepat," tandas Sukamta.
Ia menghendaki semua orang yang rentan risiko penularan covid-19 di-test swab.
Terutama Orang Dalam Pemantauan (ODP), keluarga klaster Gowa, dan karyawan minimarket yang jumlahnya lumayan banyak di Tala.
Dikatakannya, sepanjang jalan poros di Tala saat ini banyak betebaran minimarket.
Seluruhnya kerap disinggahi pembeli dari berbagai kalangan dan asal daerah sehingga rentan paparan virus corona.
"Kalau itu bisa dilaksanakan, maka Tak perlu PSBB (pembatasan sosial berskala besar) karena semua orang yang terpapar covid bisa secara cepat dideteksi dan dikarantina," sebut Sukamta.
Termasuk jika ada orang yang mudik, maka harus langsung dikarantina.
"Jadi, kalau sektor hulunya bisa cepat dibersihkan, maka penanganan covid menjadi lebih mudah," sebutnya.
Mengenai penjagaan di wilayah perbatasan seperti di Sungaicuka, Kecamatan Kintap, Sukamta mengatakan kegiatan itu lebih difokuskan pada aspek psikologis untuk memunculkan rasa aman dan nyaman masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pelepasan-pasien-covid-19dari-tanbu.jpg)