Berita Kalteng

Pemkab Kotim Tiadakan Pasar Ramadhan, Pedagang Jualan di Depan Rumah

Tidak ada Pasar Ramadhan, warga Kabupten Kotim mencari penjualan makanan untuk berbuka puasa di beberapa lokasi.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Penjual makanan untuk berbuka puasa di salah satu tepi jalan di Kota Sampit, Kabupaten Kotim, Kalteng, Kamis (30/4/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Akibat wabah virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah, tidak lagi menyediakan Pasar Wadai atau Pasar Ramadhan.

Tahun-tahun sebelumnya, Pasar Ramadhan terpusat di Kawasan Taman Kota Sampit, Kabupten Kotim, Kalteng. Kali ini, tidak ada.

Seorang  warga yang biasa berjualan di Pasar Ramadhan Kota Sampit, Idah, menggelar usahanya di depan rumah, Jalan Muchran Ali Baamang, Sampit.  

Saat ditemui, Kamis (30/4/2020), dia melayani pelanggan yang datang untuk membeli makanan. 

Idah mengatakan, berbagai lauk pauk yang dijual, ikan panggang, ayam panggang, ikan goreng hingga ayam goreng dan jenis makanan lainnya yang biasa dikonsumsi warga.

Angkutan Umum Dilarang Beroperasi, Organda Kotim Minta Perhatian Pemerintah

Pengiriman Swab Terhambat, Bupati Kotim Ingin Sewa Pesawat ke Surabaya

Sungai Mentaya di Sampit Dangkal, Nakhoda Waspadai Sejumlah Titik

VIDEO Anggaran Dialihkan, Proyek Antisipasi Banjir Sampit Tetap Jalan

Dampak Penerbangan Komersial Disetop, Bisnis Online di Kotim Terganggu

"Alhamdulilah, saya menggelar dagangan secara mandiri seperti ini malah banyak yang laku. Mungkin karena tidak ada saingan. Saya malah senang jualan seperti ini," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Cukup banyak lapak pedagang di kawasan Jalan Muchran Ali, Baamang, berjualan kue, lauk-pauk, aneka minuman dan jus.

"Tahun lalu, saat Ramadhan, belinya di Pasar Ramadhan. Sekarang  karena tidak ada pasar Ramadan, belinya di pinggiran jalan di Baamang atau di tempat lainnya," ujar Albidin warga Sampit kepada Banjarmasinpost.co.id.

Terpisah, Bupati Kotim, HM Supian Hadi, mengungkapkan, pihaknya memang meniadakan Pasar Ramadhan atau Pasar Wadai untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sebab itu sebut dia, pihaknya dalam Bulan Puasa Ramadan tahun 2020 ini, memang meniadakan pembangunan Pasar Ramadan yang biasa  digelar di Taman Kota Sampit, karena sangat rentan terjadi penularan Wabah Covid-19, jika tetap digelar.

Supian Hadi menegaskan, beberapa hari sebelum tibanya Bulan Suci Ramadhan, dia memang telah mengambil keputusan meniadakan Pasar Ramadhan. 

Jika diselenggarakan, dipastikan akan terjadi kerumunan dalam transaksi jualbeli makanan di lokasi tersebut.

"Selain tidak membuka Pasar Ramadan, kami selama ini juga melarang beroperasinya Pasar Dadakan atau Pasar Malam yang biasa berjualan dibeberapa lokasi, karena memancing terjadinya kerumunan massa yang rawan penyebaran Covid-19," ujarnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved