Berita Tanahlaut
LPG 3 Kg Melambung di Tala, Begini Respon Warga saat Pasar Murah Digelar
Melambungnya harga LPG 3 Kg di Tanahlaut membuat warga begitu antusias ketika pasar murah digelar
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Harga liquid petroleum gas (LPG) atau gas elpiji kemasan tiga kilogram di pasaran hingga kini masih fluktuatif dan cenderung menanjak.
Kalangan pedagang makanan dan ibu rumah tangga di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pun kerap dibuat gundah karenanya.
"Tambah mahal saja, sekarang di pasaran Rp 30-an ribu setabung," keluh Yati, warga Angsau, Pelaihari, Kamis (21/5/2020).
Karenanya ibu tiga anak ini berharap Pemkab Tala kembali menggelar oasar murah gas elpiji tiga kilogram. "Dua kali kemarin itu digelar pasar murah, saya telat terus. Pas datang pas habis," keluhnya.
• Wabup Tala Respons Tagar Indonesia Terserah, Begini Seruannya pada Warga
• Ringankan Beban Wali Murid Terdampak Covid-19, PGRI Pelaihari Lakukan Ini
• Harga LPG 3 Kg Melambung, Warga Pelaihari Berharap Pasar Murah Berlanjut
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Peedagangan (Diskop UKP) Tala H Syahrian Nurdin mengatakan pasar murah gas elpiji di Kota Pelaihari telah dua kali dilaksanakan. Saat ini pihaknya mulai menjamah perdesaan.
Seperti pada Rabu kemarin pertama kali dilaksanakan pasar murah gas elpiji di luar kota yakni di kantor Kecamatan Takisung.
Bupati Tala H Sukamta langsung yang secara simbolis membuka kegiatan itu.
Sebanyak 560 tabung yang dilepas kepada masyarakat setempat.
"Harganya sama seperti pasar murah di Pelaihari sesuai HET yakni Rp 19 ribu per tabung," jelas Syahrian.
Dikatakannya antusias warga sangat tinggi.
Sekitar dua jam setengah telah ludes sejak dimulai dibuka pukul 09.00 Wita.
• Stok Capai 1.415,253 Metrik Ton, Hiswana Migas Jamin Ketersediaan LPG Selama Social Distancing
• Hadapi Corona, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Kalsel Aman, Masyarakat Diimbau Begini
Guna menghindari kerumunan, jarak antrean antarwarga diatur sekitar 1,5 meter dan mengenakan masker.
Apakah akan dilanjutkan lagi? "Lokasi rencana selanjutnya masih belum dapat dipastikan, masih dikordinasikan dengan pihak terkait. Namun dipastikan operasi pasar selanjutnya setelah lebaran," tandas Syahrian.
(banjarmasinpost.co.id/idda royani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-antusias-mendatangi-lokasi-pasar-murah-gas-elpiji.jpg)