Tradisi Urang Banjar Maayun Anak
Begini Cara Urang Banjar Bikin Bayi Agar Terlelap dalam Ayunan
Menurut Muchlis Maman, Budayawan Kalsel, mengayun anak dengan cara bapukung ini diadaptasi urang Banjar dari kebiasaan masyarakat Dayak di Kalimantan
Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Secara tradisional ala masyarakat Banjar ada dua cara mengayun anak dalam ayunan kain.
Pertama baring telentang seperti cara konvensional dan kedua adalah anak didudukan balutan kain ayunan.
Cara kedua, disebut bapukung.
Cara ini sudah lazim dilakukan meski bagi orang non Kalimantan sepertinya agak aneh dan mengherankan.
Tapi faktanya, anak tertidur lelap.
Menurut Muchlis Maman, Budayawan Kalsel, mengayun anak dengan cara bapukung ini diadaptasi urang Banjar dari kebiasaan masyarakat Dayak di Kalimantan.
• Tradisi Urang Banjar Maayun Anak, Ayunan Tradisional Masih Disukai Meski ada yang Modern
• Maayun Anak Berawal dari Tradisi Dayak yang Diadopsi Urang Banjar
• Baayun Maulid, Mengayun Anak Secara Massal saat Maulid Rasulullah
• Beginilah Senandung Urang Banjar Mengantar Anak Tidur di Ayunan
"Bagi para ibu dari kalangan masyarakat Banjar maupun Dayak tentunya sudah biasa melakukan ini. Gunanya supaya anak terlelap dan tidak sering terjaga," jelasnya.
Diakui Verawati, ibu rumah tangga warga Jl Pramuka, Banjarmasin, dengan cara bapukung itu anak akan nyenyak dan ibu akan lebih mudah mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
"Tidak selalu dipukung juga sih. Lebih banyak anak saya tidurkan di ranjang. Tapi kalau saya banyak kerjaan, maka anak saya ayun berbaring, kalau dia sering terjaga, barulah saya pukung," terang Vera.
Lebih lanjut dipaparkan, proses memukung anak diawali menempatkan anak dalam ayunan kain kemudian anak didudukan.
Supaya aman, tahan pinggang dan punggung anak.
Bisa dibantu orang rumah melakukannya.
"Kalau sendirian, posisi saya duduk menghadap anak dan tahan tubuhnya dengan kedua lutut saya. Kemudian balutkan selendang atau kain lain ke tubuh anak hingga dada, selesai, ayun saja lagi," papar ibu lima anak ini.
Dipastikan sebelumnya, kedua tangan anak menghadap ke bawah, dan bahunya tidak tertarik karena ikatan.
Kemudian kedua kaki anak bisa posisi selonjor atau bisa juga sedikit ditekuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tradisi-banjar-baayun-anak.jpg)