Berita Tapin

Layani Menu Makanan Warga Binaan, Begini Kisah Pengawas Dapur Rutan Rantau

Pengawas dapur Rutan Rantau mengaku senang jalani pekerjaannya karena dapat berkomunikasi dan memberi saran sebagai bekal warga binaan bila bebas.

Tayang:
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Saidatun, pengawas dapur bersama Kepala Rutan Rantau, Arif Suhariono, Senin (1/6/2020). 

"Masing- masing petugas di dapur sudah punya tugasnya. Menu makanan setiap hari berganti, pokoknya empat sehat lima sempurna," katanya.

Pelayanan konsumsi makanan warga binaan sebelum pandemi wabah virus corona atau Covid-19 ataupun selama pandemi menu makanan sama.

Sering Bagikan Sembako ke Warga, Aparat Pemdes Pantai Cabe Tapin Rapid Test, Hasilnya Begini

Lapak Pedagang di Pasar Keraton Rantau Bakal Ditata, Begini Imbauan Bupati Tapin

"Penyesuaian hanya saat Pandemi Covid-19 petugas yang memasak di dapur lebih sering cuci tangan, mengenakan masker dan pembatasan jarak," katanya.

Konsumsi makanan warga binaan disajikan di dapur, kemudian disalurkan ke masing-masing blok tahanan.

Sehari tiga kali, makanan disalurkan kesetiap blok pukul 09.00 Wita, pukul 11.00 Wita dan pukul 15.00 Wita.

"Untuk makanan malam itu terserah waktu mereka. Makanan sudah dibagikan pukul 15.00 Wita," katanya.

Pengamanan Protokol Kesehatan Covid-19 di Tapin Dimulai

Warga Pendatang Diusulkan Wajib Punya KTP Elektronik Tapin, Ini Alasan dari Fraksi PDIP DPRD Tapin

Di masing-masing blok warga binaan disediakan air minum dingin dan panas.

Begitu makanan sudah disantap, setiap perwakilan blok warga binaan mengantarkan omprengan atau tempat makanan ke dapur umum.

Kepala Rutan Rantau, Arif Suhariono mengatakan selama pandemi virus corona atau Covid-19 maupun sebelum pandemi, cara memasak dan pendistribusian kepada warga binaan tidak ada bedanya.

"Selama pandemi ini, masuknya barang bahan makanan yang masuk memang selektif," ujarnya.

Tanpa Masker, KTP Warga Diamankan GTPP Covid-19 Binuang Kabupaten Tapin

GTPP Covid-19 Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin Jemput 7 Warga ODP

Barang atau bahan kebutuhan memasak harus disemprot dengan disinfektan, penyalur bahan tidak bisa langsung masuk ke bagian dapur.

"Barang baham makanan yang dimasak hanya diletakkan di depan saja. Nanti petugas dan orang dapur yang mengambil, seperti lauk pauk, sayuran dan beras," katanya.

Protokol kesehatan diterapkan untuk melindungi barang atau bahan makanan, melindungi keluarga dan warga binaan.

"Kunjungan bagi warga binaan saja kami batasi. Sampai ini, termasuk lebaran Idulfitri kemarin, tidak kami diperbolehkan bertemu dengan tujuan melindungi warga binaan," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved