Berita Tapin
Layani Menu Makanan Warga Binaan, Begini Kisah Pengawas Dapur Rutan Rantau
Pengawas dapur Rutan Rantau mengaku senang jalani pekerjaannya karena dapat berkomunikasi dan memberi saran sebagai bekal warga binaan bila bebas.
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Manusia memerlukan pangan agar dapat bertahan di tengah pandemi wabah virus corona atau Covid-19.
Termasuk ratusan warga binaan yang menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau, di Jalan SPG Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Saidatun (51) adalah orang yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan pangan bagi ratusan warga binaan di Rutan Rantau.
Staf Pelayanan Tahanan sekaligus Pengawas Dapur ini dijalani Saidatun dengan ikhlas dan semua warga binaan menikmati sajian makanan yang dimasaknya.
• Penjaga Gerbang Polsek Tapin Utara Kenakan Rompi Antipeluru dan Helm
• Edaran Menteri Agama Kegiatan Aman Covid-19 di Rumah Ibadah, Begini Sikap MUI dan Kemenag Tapin
"Kalau saya lihat, mereka selalu habis menikmati makanan yang disajikan. Alhamdulillah," ujarnya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (1/6/2020).
Saidatun, sudah setahun ini bertugas sebagai pengawas dapur. Ia dibantu 10 warga binaan dalam mengelola dapur umum di Rutan Rantau.
"Banyak sukanya daripada dukanya. Justru dukanya hampir tidak ada sama sekali," katanya.
Warga binaan yang dipilih sebagai juru masak memang dipilih dan terbatas karena merupakan warga binaan pilihan.
• Kegiatan Belajar di Sekolah Menunggu Keputusan GTPP Covid-19 Tapin, Begini Penjelasan Kadisdik Tapin
• Didukung Relawan Desa, Kini Hanya 5 Warga Desa Sawang Tapin Jalani Perawatan Covid-19
Saidatun mengaku senang karena dapat berkomunikasi dan memberi saran sebagai bekal warga binaan bila bebas.
Warga binaan yang bertugas sebagai juru masak, kadang dibantu Saidatun untuk berbelanja di koperasi.
"Saya hanya membantu semampu saya saja untuk mereka berbelanja di koperasi. Paling mereka ingin merokok saja," ujarnya.
Untuk 10 warga binaan itu, masing-masing punya tugas, ada yang mencuci beras sekaligus memasak menjadi nasi.
• Tiga Pasien Positif asal Tapin Sembuh, Ini Penjelasan Jubir GTPP Covid-19 Tapin
• Rumah Isolasi Covid-19 Kabupaten Tapin Dihuni ODP dari 2 Kecamatan
Begitu juga yang bertugas mencuci sayuran sekaligus memasak sayuran untuk dinikmati warga binaan.
Warga binaan yang mencuci ikan sekaligus memasak menjadi lauk pauk menambah menu dalam sajian makanan bagi warga binaan.
"Masing- masing petugas di dapur sudah punya tugasnya. Menu makanan setiap hari berganti, pokoknya empat sehat lima sempurna," katanya.
Pelayanan konsumsi makanan warga binaan sebelum pandemi wabah virus corona atau Covid-19 ataupun selama pandemi menu makanan sama.
• Sering Bagikan Sembako ke Warga, Aparat Pemdes Pantai Cabe Tapin Rapid Test, Hasilnya Begini
• Lapak Pedagang di Pasar Keraton Rantau Bakal Ditata, Begini Imbauan Bupati Tapin
"Penyesuaian hanya saat Pandemi Covid-19 petugas yang memasak di dapur lebih sering cuci tangan, mengenakan masker dan pembatasan jarak," katanya.
Konsumsi makanan warga binaan disajikan di dapur, kemudian disalurkan ke masing-masing blok tahanan.
Sehari tiga kali, makanan disalurkan kesetiap blok pukul 09.00 Wita, pukul 11.00 Wita dan pukul 15.00 Wita.
"Untuk makanan malam itu terserah waktu mereka. Makanan sudah dibagikan pukul 15.00 Wita," katanya.
• Pengamanan Protokol Kesehatan Covid-19 di Tapin Dimulai
• Warga Pendatang Diusulkan Wajib Punya KTP Elektronik Tapin, Ini Alasan dari Fraksi PDIP DPRD Tapin
Di masing-masing blok warga binaan disediakan air minum dingin dan panas.
Begitu makanan sudah disantap, setiap perwakilan blok warga binaan mengantarkan omprengan atau tempat makanan ke dapur umum.
Kepala Rutan Rantau, Arif Suhariono mengatakan selama pandemi virus corona atau Covid-19 maupun sebelum pandemi, cara memasak dan pendistribusian kepada warga binaan tidak ada bedanya.
"Selama pandemi ini, masuknya barang bahan makanan yang masuk memang selektif," ujarnya.
• Tanpa Masker, KTP Warga Diamankan GTPP Covid-19 Binuang Kabupaten Tapin
• GTPP Covid-19 Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin Jemput 7 Warga ODP
Barang atau bahan kebutuhan memasak harus disemprot dengan disinfektan, penyalur bahan tidak bisa langsung masuk ke bagian dapur.
"Barang baham makanan yang dimasak hanya diletakkan di depan saja. Nanti petugas dan orang dapur yang mengambil, seperti lauk pauk, sayuran dan beras," katanya.
Protokol kesehatan diterapkan untuk melindungi barang atau bahan makanan, melindungi keluarga dan warga binaan.
"Kunjungan bagi warga binaan saja kami batasi. Sampai ini, termasuk lebaran Idulfitri kemarin, tidak kami diperbolehkan bertemu dengan tujuan melindungi warga binaan," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/saidatun-pengawas-dapur-bersama-kepala-rutan-rantau-arif-suhariono-senin-162020.jpg)