Kalselpedia
Kalselpedia - Mengenal Seminari Johaninum di Banjarbaru
Didirikan tahun 1996, para calon yang mau belajar di Seminari Johaninum Banjarbaru minimal sudah lulus SMU atau SMK.
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Seminari Johaninum adalah seminari khusus untuk calon imam dan bruder dalam Kongregasi MSF Provinsi Kalimantan.
Diketahui, MSF adalah Missionariorum a Sacra Familia yang artinya Misionaris Keluarga Kudus.
Seminari yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Km 36, Gang Musafir, ini adalah sekolah bagi calon imam dan bruder dalam Kongregasi MSF.
Para pemuda katolik yang ingin menjadi seorang imam atau bruder MSF Kalimantan, mulai mempersiapkan diri di seminari ini.
Para calon yang mau belajar di seminari ini minimal sudah lulus SMU atau SMK atau bahkan yang sudah kuliah dan bekerja, dengan batas usia maksimal 30 tahun.
Setiap angkatan jumlah seminaris kurang lebih 10 orang dengan perbedaan usia yang besar.
• Pasca PSBB Objek Wisata di Banjarbaru Masih Ditutup, Akan Dibuka Tapi Setelah Kondisi Ini
• Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Banjarbaru, Diterapkan Selama Dua Pekan
• Stres Dikarantina, Pasien Covid-19 di Banjarbaru Demo Minta Pulang
• Wali Kota Banjarbaru Apresiasi Petugas Jaga Posko Penanganan Covid-19 di Kota Banjarbaru
• RSDI Banjarbaru Kerja Sama Prodia Layani Pemeriksaan Mandiri PCR Swab Covid-19
• Salat Berjamaah di Masjid Mulai Dibolehkan, MUI Banjarbaru Ingatkan Hal Ini
Didirikan pada 1996, sejak angkatan pertama mempunyai program Live In Pekan Suci di paroki-paroki di wilayah Keuskupan Banjarmasin, Palangka Raya dan Keuskupan Agung Samarinda.
Kegiatan Live In selama kurang lebih 10 hari, para postulan (seminaris) melayani ibadat pekan suci di stasi-stasi pedalaman perkampungan Dayak Kalimantan.
Para seminaris belajar untuk menggali dan menggunakan semua talenta semaksimal mungkin, sebagai pemimpin ibadat, pengkotbah, pemimpin lagu, dan aktor drama, sebagai bagian dari ekpresi diri di stasi-stasi. Situasi dan kondisi medan pastoral Kalimantan yang khas membuka wawasan mereka.
Para seminaris yang datang dari “dunia kering” tanpa pernah melihat sungai-sungai besar, akan terbelalak matanya menghadapi sungai-sungai besar di Kalimantan.
Tujuan dari program Live In ini, pertama adalah agar mereka semakin mengenal situasi gereja lokal. Pengalaman Live In ini dilaporkan secara tertulis dalam paper sebagai suatu laporan ilmiah. Kedua, pengalaman yang direfleksikan dapat membantu mereka untuk memurnikan motivasi panggilan hidup.
Kongregasi MSF Provinsi Kalimantan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada para calon untuk mempersiapkan diri di Seminari Johaninum. Paling lama dua tahun dan paling cepat 1 tahun.
Bagi calon lain yang dalam proses penyesuaian dan pengembangan diri memerlukan waktu lebih dari satu tahun, maka mereka diberi kesempatan untuk menjalani tahun kedua.
Studi dan pengembangan kepribadian di Seminari Johaninum hanya awal dari proses panjang pembentukan menjadi seorang religius imam dan bruder MSF Provinsi Kalimantan.
Mereka masih harus melanjutkan proses selanjutnya di Novisiat MSF di Kota Salatiga (Jawa Tengah) selama satu tahun dan Studi Filsafat Teologi di Yogyakarta selama tidak kurang dari delapan tahun.
(Banjarmasinpost.co.id/Staniuslaus Sene)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/seminari-johaninum-di-jalan-ahmad-yani-km-36-kota-banjarbaru-rabu-362020.jpg)