Wabah Corona di Kalsel
Dua Alat Pengujian Spesimen Metode PCR di Kalsel Segera Beroperasi
Keberadaan dua alat pengujian metode PCR di Kalsel bisa mengurai antrean pengujian spesimen yang selama ini tertumpuk di BTKLPP Banjarbaru.
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Banjarbaru menjadi andalan GTPP Kalsel untuk menguji spesimen dalam menentukan kasus Covid-19, sejak kurang lebih tiga bulan lalu.
Namun seiring meningkatnya jumlah spesimen yang harus diuji, BTKLPP Banjarbaru juga cukup kewalahan melakukan pengujian karena kapasitasnya yang terbatas dan tak seimbang dengan jumlah spesimen yang masuk.
Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel, HM Muslim, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan dua alat pemeriksaan metode PCR baru untuk segera dioperasikan di Kalsel.
Dua alat itu, masing-masing ditempatkan di BTKLPP Banjarbaru dan satu lagi di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin sebagai salah satu RS rujukan Covid-19 di Kalsel.
Menurut Muslim, alat penguji spesimen bermetode PCR tambahan yang ditempatkan di BTKLPP Banjarbaru sudah mulai diinstalasi dan dioptimalisasi pada Sabtu (6/6/2020).
Dia optimis, tambahan alat penguji baru tersebut bisa segera digunakan mulai Senin (8/6/2020).
• UPDATE Covid-19: Begini Dinamika Jumlah PDP, Ada yang dari Luar Kalsel
• Tembus 1.247, GTPP Kalsel Sebut 34 Kasus Baru 16 Dari PDP dan 18 Hasil Tracing
• Bahas New Normal, Prodi Psikologi FK ULM Hadirkan Pakar dan Kadinkes Kalsel
• Komisi IV DPRD Kalsel Sarankan Pemerintah Stop Bicara New Normal
• Terdampak Pandemi Covid-19, Investasi PMA di Kalsel Lesu
• GTPP Covid-19 Kalsel Gelar Rapat Koordinasi dengan Banjarmasin dan Batola, Ini Tujuannya
Hal yang sama juga dilakukan untuk alat penguji spesimen di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, namun masih memerlukan beberapa perlengkapan penunjang.
Ia berharap dengan segera beroperasionalnya dua alat pengujian spesimen tambahan tersebut bisa efektif mengurai antrean pengujian spesimen yang selama ini tertumpuk di BTKLPP Banjarbaru.
"Dengan adanya penambahan ini, antrean spesimen bisa terurai dengan cepat," kata Muslim.
Sedangkan terkait rencana kedatangan Menteri Kesehatan dan Menteri PMK terkait kondisi pandemi Covid-19 di Kalsel, menurut Muslim pihaknya saat ini melakukan evaluasi berbagai hal dalam upaya penanganan Covid-19 yang sudah dilakukan termasuk pelaksanaan PSBB di beberapa kabupaten/kota di Kalsel.
"Evaluasi inu yang nantinya akan kami sampaikan kepada Menteri Kesehatan dan Menteri PMK yang rencananya meninjau langsung ke Kalsel," lanjut Muslim.
Ia menegaskan Gubernur Kalsel bersama forum pimpinan kepala daerah (Forkopimda) Kalsel terus serius dan bahu-membahu dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kalsel.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/jubir-gtpp-covid-19-kalsel-h-m-muslimmm.jpg)