Berita Banjarmasin

Penumpukan Pasien PDP di IGD, Komisi IV DPRD Kalsel Sidak ke RSUD Ulin Banjarmasin, Temukan Hal Ini

Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penumpukan pasien rujukan Covid-19 di ruang IGD, Komisi IV DPRD Kalsel sidak ke RSUD Ulin Banjarmasin

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Syaiful Akhyar
Humas DPRD Kalsel
Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel saat gelar sidak ke RSUD Ulin Banjarmasin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penumpukan pasien rujukan Covid-19 di IGD RSUD Ulin Banjarmasin, Ketua dan beberapa Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel langsung bergerak ke lokasi, Selasa (9/6/2020).

Tiba di RSUD Ulin sekitar pukul 14.00 WITA, benar saja rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel mendapati setidaknya ada 7 pasien rujukan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di IGD RSUD Ulin.

Rombongan Komisi IV yang dipimpin Ketuanya, H M Lutfi Saifuddin bersama Sekretaris Komisi IV, Firman Yusi serta Anggota Komisi IV, Asbullah, Abdul Hasib Salim dan Wahyudi lalu menemui Direktur RSUD Ulin, dr Hj Suciati untuk mendapatkan penjelasan.

Kepada para Anggota Dewan, Suciati membenarkan adanya beberapa pasien rujukan berstatus PDP yang sementara dirawat di IGD sejak Senin (8/6/2020).

Soal Lonjakan Tagihan Rekening Listrik, DPRD Kalsel Panggil PLN UIW Kalselteng, Ini Masalahnya

Syarat Penumpang Rute Domestik Lion Air yang Mulai Beroperasi Mulai 10 Juni 2020

Puluhan Orang Positif Covid-19, Wali Kota Palangkaraya Tutup Pasar Besar

GTPP Covid-19 Kalsel Sebut Ada Daerah Siapkan Insentif untuk Tenaga Medis

Dijelaskan Suciati, hal ini disebabkan penuhnya kapasitas ruang isolasi Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin yang berjumlah sebanyak 250 tempat tidur.

Bahkan menurut Suciati, sebelumnya total ada 15 PDP yang sementara dirawat di IGD, namun 8 diantaranya sudah diakomodir dan dirawat di ruang isolasi.

"Karena kami menunggu pasien yang dirawat, ada PCR nya baru keluar dan negatif jadi boleh ke luar dan diatur kembali. Jadi 8 bisa masuk, tadi sore 15 orang. Kalau ada yang pulang lagi, bisa masuk. Mereka kebanyakan rujukan dari Banjarmasin," kata Suciati.

Ditambahkan Suciati, pihaknya memang saat ini tengah mengupayakan penambahan kapasitas tempat tidur untuk perawatan isolasi pasien rujukan Covid-19.

"Memang karena keterbatasan, kami lagi menambah 60 tempat tidur mudah-mudahan minggu ini selesai," lanjutnya.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, H M Lutfi Saifuddin menyatakan kekhawatirannya atas besarnya risiko adanya kontaminasi dan penyebaran virus Covid-19 di kawasan IGD yang tentu memiliki standar berbeda dibanding ruang isolasi.

Lutfi menilai penuhnya kapasitas perawatan isolasi merupakan hal yang sangat darurat.

Karena itu, Ia meminta Pemerintah Provinsi Kalsel dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel segera mencari jalan ke luar yang efektif.

"Salah satu alternatif mungkin di Kalsel bisa membuat rumah sakit darurat seperti yang dilakukan daerah lain," kata Lutfi.

Rumah sakit darurat dinilai Lutfi bisa menjadi alternatif yang efektif tanpa mengurangi kapasitas pelayanan umum di RSUD Ulin yang selama ini merupakan rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Kalsel.

"Kalau ada wacana RSUD Ulin mau menggunakan kamar-kamar kelas III untuk perawatan Covid-19 kami tidak sependapat. Karena Kelas III ini melayani masyarakat menengah ke bawah dan Pemerintah jangan mengorbankan layanan yang dibutuhkan masyarakat itu," kata Lutfi.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved