Breaking News:

Berita Kalsel

Soal Lonjakan Tagihan Rekening Listrik, DPRD Kalsel Panggil PLN UIW Kalselteng, Ini Masalahnya

Keluhan lonjakan tagihan rekening listrik pelanggan PLN, menjadi pokok bahasan rapat dengar pendapat PLN UIW Kalselteng dengan Komisi III DPRD Kalsel

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Jajaran Manajemen PLN UIW Kalselteng hadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Provinsi Kalsel 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Keluhan lonjakan tagihan rekening listrik pelanggan PLN di bulan Juni 2020, menjadi pokok bahasan rapat dengar pendapat PLN UIW Kalselteng dengan Komisi III DPRD Kalsel, Selasa (9/6/2020)

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) itu, hadir pihak manajemen PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalselteng sebagai undangan rapat bersama Komisi III Bidang Infrastruktur dan Pembangunan DPRD Provinsi Kalsel.

General Manajer PLN UIW Kalselteng, Sudirman hadir bersama jajarannya pada RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H Sahrujani membahas terkait lonjakan tagihan rekening listrik sebagian pelanggan PLN di Bulan Juni 2020.

Kepada para Anggota Dewan, Sudirman memaparkan pihaknya mencatat memang ada sebanyak 82.035 pelanggan atau 13 persen dari total pelanggan rumah tangga pasca bayar di Kalsel yang mengalami kenaikan tagihan rekening listrik diatas 20 persen pada tagihan Bulan Juni 2020.

Syarat Penumpang Rute Domestik Lion Air yang Mulai Beroperasi Mulai 10 Juni 2020

Sambut New Normal, Pengrajin Masker Kain di Banjarmasin Genjot Produksi, Masker Jenis Ini Favorit

Aplikasi Lacak Covid-19, Upaya Pemerintah Petakan Sebaran Virus Corona Lewat Smarthphone

Covid-19 Meluas, Forkopimda Tanahbumbu Gelar Operasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Meski sudah dipaparkan penyebab terjadinya lonjakan tagihan yaitu karena adanya kekurangan penagihan pada pemakaian listrik pelanggan di Bulan Maret dan April 2020 akibat penggunaan sistem penagihan rata-rata, Anggota Dewan tetap memberikan sederet catatan dan masukan untuk PLN UIW Kalselteng.

Diantaranya Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Gusti Miftahul Choitimah yang mempertanyakan kasus yang ditemuinya, yaitu melonjaknya tagihan rekening listrik pada rumah kosong.

"Ada rumah kosong yang biasanya bayar Rp 200 ribu sebulan, tiba-tiba di Bulan Juni Tagihannya di atas Rp 1 juta. Lokasinya di Amuntai," terangnya.

Anggota Komisi III lainnya, H Rosehan NB juga meminta PLN UIW Kalselteng melakukan evaluasi terhadap para tenaga teknis yang melakukan pencatatan KWh meter di rumah-rumah pelanggan.

Pasalnya menurut Politisi PDIP ini, tentu sulit bagi Manajemen PLN UIW Kalselteng untuk selalu memastikan kinerja tenaga teknis tersebut sesuai dengan SOP apalagi selama dua bulan sebelumnya pencatatan KWh meter tidak dilakukan akibat pandemi Covid-19.

POSITIF Covid-19 Bertambah 18 Orang di Kabupaten HSU

Uang Baim Wong untuk Ibunya Ternyata Digunakan Begini, Aa Gym Bangga pada Suami Paula

Agendakan Kunker di Tengah Pandemi Covid-19, 30 Anggota DPRD HSS Jalani Rapid Test

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved