Berita Banjarmasin

PSBB Banjarmasin Berakhir, Geliat UMKM Terkendala Ini

PSBB di Banjarmasin telah berakhir mendorong UMKM bangkit namun hanya bisa perlahan karena modal habis untuk keperluan di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SYAIFUL ANWAR
Pelaku UMKM di Banjarmasin, Kalsel, Suminah, sedang membukus keripik pisang. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kembali berusaha bangkit.

Hanya saja kendala yang dialami pelaku usaha saat ini, ketiadaan modal akibat hampir tiga bulan tidak bisa berjualan sejak mewabahnya virus corona atau Covid-19.

"Alhamdulillah sudah ada geliat perekonomin khususnya pelaku UMKM sejak dibukanya PSBB, tapi masih lambat," papar Evi Meirita, salah satu pelaku UMKM, kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (8/6/2020).

Menurut pelaku usaha yang memproduksi telur asin dan akar pinang tersebut, saat ini saja baru satu kali pengantaran ke toko oleh-oleh. Itupun sedikit.

Koperasi dan UMKM Terdampak Covid-19, Terancam Makin Terpuruk, Begini Penjelasannya

UMKM Terdampak Covid-19, 2.457 Orang Kehilangan Pekerjaan

"Saya masih takut mengirim terlalu banyak, pengunjung belum banyak yang ke toko oleh-oeh, mengingat masih tingginya angka Covid-19," ucap warga Jalan Pramuka Kompleks Satelit Kilometer 6 Banjarmasin ini.

Ditambahkan Evi, untuk kembali berjualan dengan omset seperti biasa, juga perlu modal besar. "Selama tiga bulan corona, modal terpakai lho. Untuk pinjaman, masih belum berani. Kecuali kalau ada dana hibah," tandasnya.

Sebelum corona, omset penjualan telur asin dan akar pinang per bulannya mencapai Rp 5 juta sampai Rp 7 juta.

Senada diungkapkan Suminah, pelaku UMKM kripik pisang, kacang tepung dan kacang hijau goreng. Usahanya tinggal beberapa persen lagi, sejak wabah corona atau Covid-19.

Baznas Kalsel Berdayakan UMKM Terdampak Covid-19

Catat Ini 3 Skema Subsidi Bunga Bagi Pelaku UMKM Terdampak Wabah Virus Corona

"Sebenarnya saya mau bangkit. Hanya saja selama tiga bulan, modal kami habis untuk keperluan sehari-hari. Mudahan, ada rezeki kiriman dari Allah, biar kami bisa berusaha lagi," harap warga Kompleks AMD Permai Blok A, Banjarmasin, ini.

Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (Hipmikindo) Kalsel, Yeni Mulyani, mengatakan, setelah  PSBB berakhir, pelaku UMKM dalam masa berusaha bangkit.

"Pelaku UMKM mulai bangkit lagi secara pelan-pelan. Walau pun masih belum 100 persen, tetapi tetap berusaha mematuhi protokol kesehatan," tandasnya.

Menurutnya, saat ini yang diperlukan pelaku UMKM pastinya modal. Apalagi usahanya mulai dari awal lagi dan itu cukup berat.

ImbasPenerapan PSBB, Omzet Pebisnis Kuliner Turun dari Ramadan Tahun Lalu

Ketua Hipmikindo Kalsel Yeni Mulyani Sebut 200 Anggota Terdampak Wabah Corona

"Kami pun berusaha membantu pelaku UMKM dengan melakukan kolaborasi dengan beberapa lembaga amal seperti ACT dalam program sedekah modal usaha," ucapnya.

Di internal, Lebaran lalu Hipmikindo Kalsel membagikan THR dan sembako untuk anggota dan pengurus yang dananya diambil dari kas Hipmikindo.

"DPC Hipmikindo Banjarbaru melalui ketuanya Dwi Farid membagikan sembako untuk anggota," papar Yeni seraya menambahkan ini semua dilakukan untuk saling menguatkan di internal masing-masing.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved