Cerita Pembudidaya Belatung Lalat

Pemuda Tabalong Sukses Budidaya Maggot, Orang Luar Negeri pun Minta Diajari

Cerita sukses sekelompok pemuda Tabalong membudidayakan ulat maggot ternyata sampai juga ke luar negeri. Mereka bahkan minta diajari

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Ulat maggot yang masih berumur sekitar lima hari. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Keberhasilan budidaya maggot yang dilakukan kelompok wirausaha UPAYA binaan program JikaMaka Ampuh, Kabupaten Tabalong, ternyata juga menarik perhatian orang dari luar negeri.

Bahkan mereka melalui jaringan internet menghubungi Hendra dengan maksud ingin ikut belajar cara budidaya belatung Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF)

"Iya ada dari beberapa negara yang menghubungi," kata ketua Kelompok wirausaha UPAYA, Hendra Serda Alinda Putra.

Di antaranya ada yang mengaku berasal dari Nigeria, Pakistan, Arab, dan juga dari India, untuk minta diajarkan.

Begini Kisah Pemuda Tabalong Merintis Budidaya Ulat Maggot, Bermula 2 Ekor Lalat BSF

Belajar Otodidak di Internet, 4 Pemuda di Tabalong Ini Sukses Budidaya Ulat Maggot

Sebagian Kaum Hawa Menganggap Ulat Binatang Menggelikan, bagi Maulina Justru Mendatangkan Untung

Sedangkan untuk penjualan ulat maggot atau belatung Lalat BSF yang dihasilkan, menurut Hendra, saat selain di wilayah Tabalong, juga Banjarbaru, Banjarmasin dan termasuk di Kapuas Kalimantan Tengah.

Pembeli yang saat ini dilayani baru bisa untuk pasar kalangan penghobi burung berkicau, mancing mania dan juga penghobi ikan hias.

"Untuk burung berkicau karena maggot ini proteinnya lebih tinggi dari jangkrik dan lainnya, dan untuk ikan hias membuat pigmen warna sangat bagus," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved