KalselPedia

Kalselpedia : Ini Perbedaan Rapid Test dan PCR.

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Ilustrasi-Pemeriksaan rapid di Pasar Agrobisnis Tradisional Moderen Barabai, belum lama tadi 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona.

Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Lantas apa IgM dan IgG itu?

Immunoglobulin G (IgG)  IgG adalah jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya.

Warga Palangkaraya Kaget Dicegat Petugas, Ternyata Polda Gelar Rapid Test Drive Thru

Seorang Tenaga Bidang IT Positif Covid-19, Seluruh Pegawai Diskominfo Kalsel Jalani Rapid Test

Ada Jadwal Rapid Test, Ratusan Warga Menghilang dari Kampungnya, Begini Kisahnya

Antibodi ini akan menyimpan memori terkait bakteri atau virus yang pernah masuk ke tubuh, sehingga dapat memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya.

Sedang Imunoglobulin M (IgM) adalah tubuh menghasilkan IgM setelah terpapar oleh bakteri atau virus untuk pertama kalinya.

Oleh karena itu, antibodi ini merupakan perlindungan pertama terhadap suatu infeksi.

Ketika tubuh pertama kali terinfeksi, kadar IgM akan meningkat.

Kadar ini lalu menurun seiring meningkatnya kadar IgG untuk memberi perlindungan jangka panjang terhadap infeksi.

Nah, seseorang akan dinyatakan reaktif jika salah satunya kurang dari batas yang standar.

Namun, Rapid Test bukan dipakai standar test untum menentukan teinfeksi covid atau tidak. Karena itu  setelah ditest rapid dilanjutkan dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR)

Nah, PCR atau biasa dikenal dengan swab test menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan.

Tes ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan menyeka bagian belakang tenggorokan.

Biasanya seseorang yang dinyatakan positif pada Rapid Test akan ditindak lanjuti dengan tes PCR. Rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVlD-19.

Tes Swab Negatif, Puluhan Penghuni Tempat Karantina Tanahlaut Dilepas Bupati Sukamta

Tim Gugus Covid-19 Kabupaten HST Masih Tunggu 71 Hasil PCR, 14 Orang Swab Test Ulang

Menurut World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) metode PCR diklaim memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap virus COVID-19, jadi sampai saat ini metode tes ini masih menjadi rujukan dalam menentukan seseorang positif atau negatif dari virus Corona.

Sumber: WHO. dan berbagai sumber diolah. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved