Berita Banjarmasin

Lomba Membuat Topi Purun di Taman Budaya Kalsel, Ada Motif Sasirangan

Taman Budaya Kalsel hari ini Selasa (30/6/2020) menggelar lomba membuat topi purun kreasi di Gedung Balairungsari.

Banjarmasinpost.co.id//Frans Rumbon
TOPI- Budi Arliani salah satu peserta dalam lomba membuat topi purun di Taman Budaya Kalsel. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Taman Budaya Kalsel hari ini Selasa (30/6/2020) menggelar lomba membuat topi purun kreasi di Gedung Balairungsari.

Tercatat ada sekitar 27 peserta yang terdaftar dalam lomba ini, dan mereka berasal dari Banjarmasin hingga Batola.

Peserta diberi waktu membuat topi dari bahan tanaman purun ini beberapa jam, kemudian dilakukan penilaian oleh tim juri.

Kabar Tio Pakusadewo, Pengacara Sebut Kondisinya Begini dan Belum Jalani Rehabilitasi

Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti menerangkan bahwa lomba tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Ragam Pesona Banjar 2020.

"Ada beberapa lomba yang dilaksanakan, seperti puisi dan sebagainya. Semuanya dilaksanakan secara online, terkecuali lomba membuat topi purun kreasi ini," ujarnya Suharyanti.

Kedatangan 105 TKA China di Kendari Dijaga Ribuan Aparat Gabungan TNI - Polri

Suharyanti menambahkan meskipun lomba membuat topi purun ini tidak digelar secara online, namun tetap menerapkan protokol kesehatan dan juga jaraknya diatur.

Disinggung mengenai tujuan dilaksanakannya lomba ini, Suharyanti menerangkan adalah untuk mengasah kreativitas masyarakat.

"Ini untuk mengasah kreativitas mereka, baik ibu-ibu pengrajin purun dan sebagainya agar bisa terus berkreasi. Apalagi topi purun ini kan bagian dari kebudayaan masyarakat Banjar juga," katanya.

Sementara itu salah seorang peserta yakni Budi Arliani menerangkan kegiatan membuat topi purun sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari.

Rhoma Irama Tegaskan Tidak Ada Live Konser Soneta grup, Berharap Bupati Bogor Bercanda

"Setiap hari setelah bekerja sebagai perangkat desa, saya memang membuat topi purun setiap hari," ujar perempuan yang berasal dari Sungai Kali Kecamatan Berambai Batola ini.

Menariknya saat ikut lomba, peserta dengan nomor 16 dan 9ernah juara pada 2015 lalu ini menghadirkan sentuhan motif gigi kain sasirangan khas masyarakat Banjar.

"Iya ada motif sasirangan gigi haruan. Karena sasirangan ini kan ciri khas Kalsel," tutupnya.(Banjarmasinpost.co.id//Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved