Breaking News:

Berita Tabalong

Rencanakan Budidaya Ulat Maggot, DLH Tabalong Libatkan Pengelola TPS3R

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong merencanakan membudidayakan ulat maggot.

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Kepala DLH Kabupaten Tabalong, Rowi Rawatianice merencanakan membudidayakan ulat maggot 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Ulat maggot yang merupakan belatung dari lalat Black Soldier Fly (BSF) direncanakan akan dibudidayakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong.

Untuk langkah awal, budidaya ulat yang dinilai mampu mengurai sampah organik ini akan dilakukan dengan melibatkan pengelola TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle).

Kepala DLH Kabupaten Tabalong, Rowi Rawatianice, mengatakan, di pertengahan tahun 2019 pihaknya sudah ada melihat tentang budidaya ulat maggot dari salah satu TPS di Surabaya.

"Disitu kami lihat mulai dari proses peneluran, maggot siap panen dan hasil komposnya," katanya.

Belajar Otodidak di Internet, 4 Pemuda di Tabalong Ini Sukses Budidaya Ulat Maggot

Limbah Sisa Makanan Ulat Maggot Jadi Pupuk Organik, Ini Kelebihannya

Begini Kisah Pemuda Tabalong Merintis Budidaya Ulat Maggot, Bermula 2 Ekor Lalat BSF

Kemudian di awal tahun 2020 juga mau belajar di TPA Kabupaten Hulu Sungai Tengah, namun karena kondisi pandemi akhirnya belum bisa dilanjutkan.

Tetapi baru-baru tadi, pihaknya mendapatkan kunjungan dari pembubidaya ulat maggot di Tabalong yang merupakan binaan dari program JikaMaka Ampuh (Anak Muda Punya Usaha).

Dari situlah rencana memelihara ulat maggot ini kembali berlanjut dan sementara sebagai langkah awal dengan melibatkan pengelola TPS3R.

"Kita ajak pengelola TPS3R yang ada di Pembataan, Maluyung dan Maburai. Yang siap yang TPS3R Pembataan," kata Rowi.

Direncanakan dalam pelaksanaan juga akan bekerjasama dengan pengelola program JikaMaka Ampuh.

Pemuda Tabalong Sukses Budidaya Maggot, Orang Luar Negeri pun Minta Diajari

"Mudah-mudahan ini kita bisa suport sebagai percontohan," katanya.

Diharapkannya ini bisa dilakukan dalam APBD Perubahan, karena untuk tahap awal ini permodalannya diperkirakan tidak terlalu besar. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved