Komunitas

Turing Perbatasan Kaltim Malam Hari, Ini Tips Dari GCI Banjarbaru

Komunitas GCI turing rute Banjarbaru-Tanjung-puncak perbatasan Kalsel-Kaltim yang berada di Kabupaten Tabalong sejauh 250 kilometer.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
ILHAM UNTUK BPOST GROUP
GSX Club Indonesia (GCI) Chapter Banjarbaru yang tergabung dalam Bold Riders Banjarmasin, saat Turing ke Tanjung-Puncak Perbatasan Kalsel-Kaltim. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Turing menggunakan sepeda motor memang menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Apalagi, hasrat penyalur hobi bagi pecinta kendaraan roda dua ini sudah bisa tersalurkan setelah sempat libur lama akibat pendemi Covid-19.

Turing yang dipilih tidak hanya saat siang dan sore hari saja namun ketika malam juga bisa menjadi pilihan. Selain terbebas dari macet, juga terasa sejuk bisa menghindari teriknya panas mata hari.

Pengalaman Turing saat malam dirasakan Ketua GSX Club Indonesia (GCI) Chapter Banjarbaru, Kalimantan Selatan ( Kalsel ), yang tergabung dalam Bold Riders Banjarmasin, Muhammad Ilham.

"Sudah dua kali ini komunitas motor GCI di tahun 2020 saya merasakan turing saat malam," kata dia Minggu (12/7/2020) malam.

Yang terbaru dilakukan akhir pekan lalu dengan rute Banjarbaru-Tanjung-puncak perbatasan Kalsel-Kaltim yang berada di Kabupaten Tabalong. Touring tersebut menempuh jarak sekitar 250 kilometer.

Mulus, H Sahbirin-H Muhidin Dapat Restu Golkar Maju Pilgub Kalsel 2020

Anggota Ditnarkoba Polda Kalsel Bergumul dengan Tersangka, Sita 15 Ineks dan 2 Belati

KalselPedia - Jalan Bank Rakyat di Kota Banjarmasin, Ajang Nongkrong Asyik Kafe dan Wisata Kuliner

PMI Kalsel Serahkan Bantuan Operasional Satu Unit Kendaraan Roda Tiga kepada PMI Tapin

Gelombang Besar di Laut Jawa, KSOP Banjarmasin akan Mengeluarkan Maklumat Syahbandar

SMAN 1 Banjarbaru Gelar Kegiatan MPLS Secara Online Bagi Peserta Didik Baru, Ini Harapan Kepsek

Ilham menambahkan rombongan GCI Banjarbaru yang tergabung dalam Bold Riders Banjarmasin berangkat dari Banjarbaru pukul 18.00 wita bersama beberapa member dari Martapura.

Rute yang dilalui melewati Mataraman, Rantau, Kandangan, dan Tanjung. Rombongan tiba di Bundaran Obor Tanjung mendekati jam 12 malam.

"Selepas beristirahat baru melanjutkan perjalanan di pagi hari menuju Puncak Perbatasan Kalsel-Kaltim,” tambah dia.

Sepanjang perjalanan, pria yang baru sebulan menjabat sebagai Ketua GCI Banjarbaru ini
riders harus melewati hutan maupun sejumlah jalur ekstrim dengan tanjakan dan turunan tajam serta berkelok.

Untuk diketahui dalam turing komunitas binaan Bold Riders Banjarmasin ini diikuti enam motor dari Banjarbaru. Jumlah tersebut bertambah menjadi 17 motor, seiring dengan bergabungnya member dari Barabai dan Tanjung pada pagi harinya.

Walau demikian Ilham menambahkan bagi komunitas motor Turing pada malam tidak terlalu dianjurkan dan harus ekstra waspada.

Meskipun jalanan sepu, para bikers kadang terlena untuk memacu kendaraannya dengan lebih kencang. Tak jarang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Ilham pun memberikan sedikit tips yang harus diperhatikan jika ingin melakukan turing di malam hari.

Pertama, kata dia kondisi badan harus benar-benar fit. Sehari sebelum melakukan perjalanan malam, sebaiknya tidur di bawah jam 10 malam. Kemudian banyak minum vitamin, jangan sampai mengantuk di perjalanan.

Selanjutnya cek kondisi motor seperti standar turing. Pencahayaan juga wajib diperhatikan, apalagi jika rute yang ditempuh melewati hutan atau daerah yang penerangannya minim.

Hal penting lain yang harus diperhatikan setiap member adalah menghormati sesama pengguna jalan.

"Jangan ambil jalan orang, jangan menyalip sembarangan, sopan di jalan, dan selalu patuh dengan kode-kode dari pemimpin rombongan,” pungkas dia.

(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved