Berita Kalteng

Pengusaha Kalteng Dukung Program Food Estate Presiden Joko Widodo

Mendukung Presiden dalam program food estate, pengusaha Kalteng Abdul Rasyid mengembangkan budidaya ternak dan perkebunan buah di Kabupaten Kobar.

HUMAS PEMPROV KALTENG UNTUK BPOST GROUP
Pengusaha food estate, H Abdul Rasyid AS (baju kaus putih) dan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, saat berada di kawsan food estate di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PANGKALANBUN - Program pengembangan food estate di Kabupaten Kapuas dan Pulangpisau, eks lawasan lahan gambut sejuta hektare atau Eks PLG yang mulai direalisasikan Presiden Joko Widodo belum lama tadi, mendapat dukungan pengusaha di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, secara resmi telah mencanangkan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional.

Sehingga nantinya, kawasan Eks PLG tersebut akan dilakukan rehabilitasi sebagai lokasi pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan sehingga menjadi produktif.

Program Presiden tersebut ditanggapi sangat baik oleh pengusaha di Kotawaringin Barat, Pangkalanbun yang selama ini telah lama mengembangkan kawasan food estate tersebut di lahan miliknya di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tersebut.

Food Estate di Kalimantan Tengah Jadikan Kalteng Lumbung Padi Nasional, Gubernur Gencar Sosialisasi

Uni Emirat Arab Siap Kerja Sama, Eks PLG Kalteng Seluas 164.598 Ha Dijadikan Food Estate

Kapenkum Kejati Kalteng Ungkap Fakta Kericuhan Pemakaman Jenazah di Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya

Kalteng Miliki Tempat Penangkaran 307 Ekor Rusa di Kotawaringin Barat

Pengusaha sukes setempat, H Abdul Rasyid AS, selama ini telah mengembangkan berbagai usaha untuk mendukung ketahanan pangan, salah satunya penangkaran peternakan dan kebun buah buahan, miliknya yang ada di Kotawaringin Barat.

H Rasyid merupakan pengusaha nasional asal Kalteng yang juga berusaha meningkatkan ketahanan pangan.

Lahan miliknya, telah dijadikan tempat penangkaran dan peternakan sapi asli Indonesia dan juga Sapi Limosin yang berada di Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Dia mengatakan, optimistis serta memberikan dukungan teehadap program food estate yang dikembangkan saat ini.

Program tersebut juga dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan miliknya yang mencapai ratusan hektare hingga ribuan hektare, digunakan untuk penernakan, kebun jeruk dan pangan lainya.

“Sapi yang dikembangkan, ada sapi Indonesia, sapi bali. Saat ini, jumlahnya sekitar 700 ekor, mulai dari anakan sampai dewasa. Kami juga menjualnya dengan harga terjangkau, juga disumbangkan untuk masyarakat di wilayah Kalteng," ujarnya, Rabu (22/7/2020).

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved