Nasib Nelayan Teluk Sampit
Andalkan Peralatan Tradisional, Nelayan Pantai Ujung Pandaran Kalah Bersaing Hasil Tangkapan
Nelayan Kotim, yang mengandalkan peralatan tradisional kalah bersaing mencari cumi-cumi dengan nelayan Semarang yang dilengkapi alat canggih.
Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Warga yang bermukim di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, rata-rata sebagai nelayan mencari ikan sekitar kawasan pantai.
Pencarian ikan di laut jawa yang dilakukan oleh para nelayan di pesisir Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, hingga saat ini hanya menggunakan, peralatan tradisional.
Meskipun, kawasan sekitar laut Pantai Ujung Pandaran ternyata banyak nelayan dari luar Kotim khususya dari Semarang yang juga melakukan pencarian ikan dan cumi-cumi yang menggunakan alat canggih di laut sekitar Kotim.
• Sempat Pakai Oksigen, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Stabil
• Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan: PJJ Belum Bisa Dievaluasi, Ibarat Tak Ada Rotan Akar pun Jadi
• Pasangan Yandi-Agus Kandas Menuju Pilbup Kotabaru, Berkas Dukungan Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat
• Tajuk - Belajar Daring dan Sinyal
Nelayan Kotim, selama ini kalah bersaing dalam mencari cumi-cumi khususnya, karena nelayan Semarang menggunakan alat canggih dan sudah berpengalaman dalam mencari cumi-cumi kualitas ekspor.
"Nelayan dari Pulau Jawa biasanya malam hari melakukan pencarian cumi-cumi, mereka alatnya lebih canggih dengan menggunakan sonar untuk memanggil cumi-cumi, kami tidak punya alat itu, makanya , kami tidak mencari cumi-cumi, padahal harganya mahal," ujar Erman salah satu nelayan pantai ujung pandaran.
(banjarmasinpost.co id/faturahnman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/nelayan-pantai-ujung-pandaran.jpg)