BTalk

BTalk: Masyarakat HST Berharap Program Beasiswa ke Timur Tengah Tetap Dilanjut

Pemkab HST, Kalsel, miliki program beasiswa untuk dokter dan santri ke negara di Timur Tengah dan diharapkan berlanjut setelah bupati terpilih pilkada

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Bupati Hulu Sungai Tengah, HA Chairansyah, saat wawancara jarak jauh dalam program BTalk yang dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Didik Triomarsidi, disiarkan secara langsung di tiga media sosial Banjarmasin Post, yakni Youtube, Facebook dan Instagram, Selasa (15/9/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Program beasiswa yang dicanangkan masa kepemimpinan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Abdul Latif, diteruskan bupati selanjutnya, HA Chairansyah.

Menurut Bupati HA Chairansyah, selama lima tahun menjabat ditargetkan akan ada 25 dokter di Kabupaten HST program beasiswa. Hingga 2020, sudah ada 24 calon dokter yang kuliah.

"Bahkan, satu di antaranya sudah menjalani masa pengabdian di RSUD H Damanhuri Barabai. Hingga saat ini sudah ada 24 mahasiswa kedokteran asal HST yang dibiayai dari APBD," sebut Bupati saat wawancara jarak jauh dalam program BTalk yang disiarkan secara langsung di tiga media sosial Banjarmasin Post, yakni Youtube, Facebook dan Instagram  

Dipandu jurnalis Banjarmasin Post, Didik Triomarsidi, Bupati mengatakan beasiswa sekolah dokter umum ini sudah diberikan sejak 2014 lalu. Diberikan untuk mencetak dokter yang berdomisili di Kabupaten HST. Maklum, saat hari raya keagamaan tiba, para dokter akan pulang ke kampung halamannya.

Masyarakat sering mengaku tak terlayani saat libur besar tiba. Apalagi, di HST sudah ada 18 puskesmas. Bahkan, satu puskesmas harus ada dokter satu hingga dua orang. Ditambah dokter gigi.

VIDEO KalselPedia - Lapangan Dwi Warna, Lokasi Car Free Day di HST

Bupati HST HA Chairansyah Buka Bimtek Penyusunan Rencana Bisnis Anggaran BLUD

Sedangkan, jumlah dokter di HST terbatas. Berdasarkan hal ini pihaknya bertekad mencetak dokter baru yang dimulai sejak 2014 lalu hingga sekarang.

Rinciannya, 2014 sebanyak dua orang, tahun 2015 tiga orang, tahun 2016 sebanyak lima orang. Sementara itu, pada 2018 ada 10 orang dan empat orang pada 2019.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten HST juga mencetak ulama baru dengan memberikan beasiswa santri ke Timur Tengah. Baik berupa beasiswa mondok atau beasiswa kuliah. 

Untuk program beasiswa ini, dibeberkan Bupati Hulu Sungai Tengah, HA Chairansyah, merupakan usulan dari para ulama.

Selain itu, untuk program kaderisasi ulama. Tercatat ada 12 orang lulusan pesantren di HST yang mendapat beasiswa kuliah di Timur Tengah.

Sebanyak 81 Pucuk Senjata Api di Polres HST Diperiksa, Dua Disita

Perempuan Hamil 9 Bulan Dibunuh di Kabupaten HST, Jari Korban Nyaris Putus

Rinciannya, delapan santri  ke Yaman dan empat santri ke Mesir. Teranyar pada 2020 ini akan ada empat santri yang kuliah di Mesir. Sedangkan pada 2020 ini akan seluruh santri akan mengenyam pendidikan ke Mesir.

Kaderisasi ulama melalui beasiswa ini dilakukan sejak 2016 lalu. Untuk mendapatkan beasiswa ini, syarat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten HST tak sulit.

Wwawancara jarak jauh dengan HA Chairansyah, Bupati HST, Selasa (15/9/2020).
Wwawancara jarak jauh dengan HA Chairansyah, Bupati HST, Selasa (15/9/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO)

Mereka yang hendak mendapat beasiswa sudah harus terdaftar dan diterima di Timur Tengah untuk santri maupun di Falkutas Kedokteran bagi program pendidikan dokter.

Santri yang diterima harus mengajukan proposal ke Pemkab HST untuk mendapat beasiswa. Besarannya langsung diberikan sekaligus berupa bantuan.

Begitu juga dengan calon dokter. Semuanya harus tercatat diterima di perguruan tinggi melalui SNMPTN atau seleksi sejenis.

Edarkan Obat Daftar G, Warga Labuan Amas Utara HST Ini Dicokok Polisi di Rumah

Tangkap Dua Pengedar Sabu di HST, Polisi Sita Enam Paket Sabu

"Tidak ada jalur mandiri. Jadi setiap mahasiswa asal HST yang lulus kedokteran datang dan mengajukan beasiswa. Alhamdulillah semuanya terakomodir. Kalau santri sifatnya bantuan langsung. Kalau dokter bantuan per semester," bebernya.

Ia berharap yang mendapat beasiswa diharapkan dapat mengabdi di Bumi Murakata.

Bupati HA Chairansyah berharap, dengan program ini santri-santri yang menuntut ilmu dan memperdalam ilmu agama Islam di Timur Tengah. Nantinya setelah selesai belajar bisa kembali ke daerah dan berdakwah di Hulu Sungai Tengah sebagai upaya penyebaran syiar-syiar Islam di bumi murakata.

Bantuan untuk santri  mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 45 juta. "Ada yang hanya istilahnya mondok di sana. Ada yang memang kuliah," bebernya.

Untuk santri rencananya akan terus digalakkan mengingat Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan wilayah yang agamis.

Pilkada HST 2020 - Covid-19, Peserta Debat Publik Dibatasi 50 Orang

SWK Kodim 1002/Barabai Beri Bantuan Sembako dan Pakaian untuk Korban Kebakaran Desa Banua Asam HST

Diharapkan, santri yang lulus dari perguruan tinggi dari luar dapat mengajarkan pengetahuannya di Hulu Sungai Tengah.

"Kebanyakan kalau lulus biasanya kembali ke pondok masing-masing untuk mengajar. Itu juga sebagai bentuk pengabdian ke HST," bebernya.

Lebih lanjut, dibeberkannya untuk santri beasiswa yang diberikan dari APBD pada 2017 mencapai Rp 200 juta. Ada enam orang yang ke Timur Tengah. Tiga diantaranya ke Universitas Al Ahgaff Yaman, satu Universitas Al Azhar Mesir, dan dua lagi di Pondok Pesantren Rubath Tarim.

Pada 2018 ada tiga orang dengan total beasiswa Rp 115 juta. Dua orang ke Universitas Al Azhar dan satu orang ke Pondok Pesantren Daarus Zahra Yaman.

Selanjutnya pada 2019 tercatat tiga orang. Beasiswa yang diberikan sebesar Rp 115 juta. Dua orang ke Universitas Al Azhar Mesir, dan stu orang ke Pondok Pesantren Maahad Darul Musthofa Tarim Hadramaut Yaman.

Sebanyak 8.306 KPM di Kabupaten HST Dapat Bantuan Sembako

Tiga Pelaku Curanmor di Kabupaten HST Diamankan Polsek Pandawan

Sedangkan pada 2020 ini rencananya akan ada empat santri. Total beasiswanya Rp 180 juta. Semuanya ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Sementara itu, untuk beasiswa kedokteran total anggaran yang diberikan mencapai Rp 1.986.346.000. Anggaran ini untuk uang kuliah tunggal mahasiswa dan biaya hidup.

"Program ini merupakan program jabatan kami. Program ini berlanjut atau tidak tergantung program dari Bupati selanjutnya. Ya entah beasiswa untuk apa, tergantung pemimpin selanjutnya," katanya.

Meski demikian ia berharap beasiswa ini terus diberikan bagi warga HST yang berprestasi. "Sebenarnya beasiswa ini untuk HST juga. Misal dokter dari beasiswa, ia wajib mengabdi minimal 10 tahun di HST. Ada perjanjian khusus. Berbeda kalau santri. Tidak ada perjanjian. Hanya saja sering kali mereka yang kembali dari Timur Tengah mengajar di pondok pesantren di Kabupaten HST," katanya.

Lalu dari mana pagu anggaran untuk beasiswa? Dijelaskan HA Chairansyah, pagunya berasal dari APBD di Bagian Kesra Setdakab HST. "Jadi besaran beasiswa disesuaikan dengan kemampuan daerah," bebernya.

Selengkapnya wawancara jarak jauh bersama Bupati HST,  HA Chairansyah, simak video di bawah ini:

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved