Rumah Pilkada Kalsel

Rumah Pilkada Kalsel : Begini Bocoran Rancangan Kerja Bapaslon BirinMu dan H2D

Melalui Program Rumah Pilkada Kalsel, Banjarmasin Post, Kompas Tv, Smart FM dan Motion Radio menelisik bagaimana visi-misi dan rancangan program kerja

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Dok BPost
Kedua Perwakilan Tim Pemenangan Bapaslon Pilgub Kalsel memghadiri Program Rumah Pilkada Kalsel ungkapkan program kerja masing-masing Bapaslon 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 termasuk Pilgub Kalsel terus berjalan dan sudah mendekati tahapan penetapan pasangan calon (Paslon) yang dijadwalkan pada Tanggal 24 September mendatang.

Kedua Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Pilgub Kalsel yaitu H Sahbirin Noor-H Muhidin (BirinMu) dan H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D) terus mematangkan penjabaran visi-misinya ke dalam bentuk rancangan program kerja untuk di jual kepada masyarakat pemilih di Kalsel.

Melalui Program Rumah Pilkada Kalsel, Banjarmasin Post, Kompas Tv, Smart FM dan Motion Radio menelisik bagaimana visi-misi dan rancangan program kerja masing-masing Bapaslon melalui Tim Pemenangannya masing-masing.

Dimana Tim Pemenangan BirinMu diwakili oleh Koordinator Bidang Kampanye, Rikval Fachruri dan Tim Pemenangan H2D diwakili oleh Divisi Media, M Ihza Anfasa Noor.

Pilkada Kalsel 2020 di Tengah Pandemi, Pemprov Gelar Rakor Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Jelang Pilkada Kalsel 2020, Juriat Ingatkan Paslon Tidak Berpolitik di Makam Habib Basirih

VIDEO Pilkada Kalsel 2020, Sahbirin dan Denny Bersyukur Penuhi Syarat Kesehatan

Bergantian, keduanya menyampaikan bagaimana visi-misi masing-masing Bapaslon jagoannya.

BirinMu kata Rikval mengangkat tagline Banua Maju, yang memiliki arti tersendiri yaitu Banua melambangkan Provinsi Kalsel dan Maju merupakan akronim dari kata makmur, sejahtera dan berkelanjutan.

"Dari situ kami tentu inginkan masyarakat di Kalsel makmur dan sejahtera. Indikatornya banyak, terrmasuk Banua yang aman, secara ekonomi makmur dan banyak lagi. Kalau berkelanjutan ini adalah program dari BirinMu untuk menyeimbangkan antara aspek ekonomi, sosial dan budaya di masyarakat Kalsel," ungkapnya.

Disinggung terkait rancangan program kerja, Rikval menyatakan ada sederet rancangan program kerja yang sudah disusun diantaranya menyangkut sektor infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) dan keberlanjutan ekonomi.

Kalsel menurutnya yang dalam waktu beberapa tahun ke depan dipastikan akan menjadi pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) perlu terus mempersiapkan diri.

Rampungnya Bandara Internasional Syamsuddin Noor menurut Rikval adalah satu hal. Namun untuk memaksimalkan potensi posisi strategis sebagai pintu gerbang IKN, BirinMu juga kata Rikval memiliki misi untuk membangun pelabuhan internasional di Kalsel.

Tak hanya dari sisi infrastruktur yang sudah dan terus dikembangkan, namun aspek sumber daya menusia (SDM) melalui pendidikan juga dinilainya penting untuk meningkatkan daya saing masyarakat Kalsel agar tak hanya jadi penonton.

Apalagi kata Rikval, Indonesia termasuk Kalsel akan mendapatkan bonus demografi. Dimana di Tahun 2025 hingga 2030 mendatang jumlah penduduk berusia produktif mencapai puncaknya.

"Pada masa itu, di Kalsel usia produktif nya 60 persen lebih. Kalau itu tidak dimasukkan ke program utama dan inti kita akan ketinggalan. Karena ini penting untuk modal bersaing. Ketika sebagai gerbang IKN kita jangan sampai menjadi penonton harus jadi tuan rumah di tempat kita sendiri," tegasnya.

Ia juga mengumpamakan H Sahbirin yang merupakan Petahana Gubernur Kalsel saat ini sudah dalam perjalanan dalam membangun Kalsel.

"Kalau diibaratkan mobil atau sepeda motor, ini kan sudah jalan. Jadi tinggal memantapkan pedal gas untuk melaju lebih cepat lagi. Kalau pemerintahan baru tentu otomatis harus mulai dari nol lagi," ujarnya.

Sedangkan Ihza mengungkapkan, H2D mengangkat tagline Hijrah Gasan Banua.

Filosofinya menurut Ihza, H2D ingin mengajak masyarakat Kalsel bersama-sama berubah ke arah yang lebih baik.

Menurut Ihza, ada cukup banyak rancangan program kerja yang disiapkan dan siap direalisasikan jika H2D terpilih memimpin Kalsel.

Dimana arah kebijakan tersebut berfokus pada tiga hal utama yaitu SDM, sumber daya alam (SDA) dan aspek spiritual masyarakat.

"H2D berkomitmen juga mendasarkan kebijakannya pada Ayat 3 UUD 1945 Pasal 33 yang berbunyi, Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," tegasnya.

H2D kata Ihza juga akan menaruh perhatian lebih pada kalangan masyarakat ekonomi lemah dengan merancang APBD pro dhuafa untuk lebih merangkul kalangan lemah ekonomi yang banyak berprofesi sebagai petani, nelayan, buruh dan yang lainnya.

Terkait infrastruktur, menurutnya H2D akan fokus beberapa hal diantaranya yaitu jalan, listrik dan air.

Dimana tiga hal ini dinilainya sebagai kunci dan stimulus penting untuk maju dan berkembangnya kehidupan dan ekonomi masyarakat.

"Pertama mungkin masyarakat semua tahu tentang infrastruktur kita di Kalsel ini seperti apa. Desa atau kota tidak bisa berkembang kalau ada jalan, listrik juga demikian air. Untuk kita di kawasan Banjarmasin, Banjarbaru dan sekitarnya mungkin air ini bukan persoalan, tapi di kawasan pegunungan meratus, perbatasan Kaltim dan Kalteng ini masyarakat di sana merasakan bagaimana infrastruktur terkait air," terangnya.

Sedangkan terkait aspek keberlanjutan ekonomi, kedua kubu memiliki satu kesamaan pandangan, yaitu begitu besarnya potensi sektor pariwisata.

Sektor industri pariwisata menurut keduanya bisa dijadikan industri tumpuan baru sebagai pengganti sumber pendapatan utama Kalsel di sektor pertambangan batubara.

Menurut Rikval Kalsel sudah memiliki modal yang baik di sektor ini dan dapat terus dipoles dan dikembangkan untuk mengobati kecanduan keuangan Kalsel terhadap emas hitam.

Selain itu, hilirisasi industri terhadap sumber daya yang ada termasuk batubara, kelapa sawit, karet dan kayu lapis juga menurutnya vital demi meningkatkan nilai ekonomis dari hasil industri hulu yang sudah ada di Banua.

Pilkada Kalsel 2020, Berkoalisi di Pilgub Tapi Pisah di Pilbup, Begini Kata Golkar dan Gerindra

Pun demikian menurut Ihza, meski tidak menampik sektor batubara berperan besar bagi ekonomi Kalsel, namun menurutnya sektor ini tak ditampik pula memberikan efek negatif bagi kelestarian lingkungan Kalsel.

Karena itu, sektor pariwisata menurutnya bisa menjadi sumber ekonomi yang strategis dan menguntungkan tanpa menimbulkan kerusakan seperti industri batubara.

Selain itu, keduanya juga sependapat meski persaingan kontestasi politik makin terasa, namun hal terpenting adalah bagaimana mewujudkan suasana kondusif demi lancar dan suksesnya Pilgub Kalsel sebagai pesta demokrasi bagi Rakyat Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved