Breaking News:

Tajuk

Kampanye Aman di Tengah Pandemi

Masih ada waktu 54 hari bagi setiap Pasangan Calon (Paslon) memaksimalkan metode-metode dan jalur kampanye termasuk melalui media sosial.

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID - DI tengah polemik tentang penting tidaknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tetap dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, kenyataannya tahapan Pilkada masih terus berjalan sampai saat ini.

Selain berbagai persiapan yang sudah dilakukan, alokasi dana cukup besar untuk pelaksanaan Pilkada juga jadi pertimbangan.

Terlebih, pemerintah berjanji tetap memperhitungkan protokol kesehatan untuk kelancaran Pilkada.

Mengutip pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers Kinerja APBN secara virtual, Selasa (22/9), sebelum ada kewajiban penerapan protokol kesehatan, kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada tahun ini sebesar Rp 15,23 triliun.

Baca juga: VIDEO BPBD Kalsel Akan Uji Coba Helikopter Chinook Jatuhkan Bom Air di Lokasi Karhutla

Baca juga: Jemput Bola, Jasa Raharja Serahkan Santunan Kecelakaan Lalu Lintas Kurang 1 Hari

Baca juga: SDN Murung Sari 5 Amuntai Sekolah Percontohan Terapkan Protokol Kesehatan, Jumlah Siswa Dibatasi

Seluruhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), seperti yang biasa dilakukan.

Tapi, setelah ada anggaran untuk menerapkan protokol kesehatan, kebutuhan anggaran naik 34 persen yang harus ditutupi dengan APBN, menjadi Rp 20,46 triliun.

Tahapan Pilkada serentak 2020 pun telah memasuki masa kampanye. Sampai dengan Senin (12/10) sudah memasuki hari ke-17.

Masih ada waktu 54 hari bagi setiap Pasangan Calon (Paslon) memaksimalkan metode-metode dan jalur kampanye termasuk melalui media sosial.

Media sosial menjadi salah satu jalur yang efektif untuk kampanye, terlebih di masa pandemi seperti sekarang yang membatasi aktivitas tatap muka dan berkumpul.

Halaman
12
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved