Tajuk
Bijak Sikapi Lonjakan Harga Tiket
Warga Banua belakangan dipusingkan dengan fenomena mahal dan langkanya tiket penerbangan menuju ke Banjarmasin
BANJARMASINPOST.CO.ID- Warga Banua belakangan dipusingkan dengan fenomena mahal dan langkanya tiket penerbangan menuju ke Banjarmasin. Di luar kebiasaan, harga tiket pesawat dari sejumlah daerah di Indonesia menuju ke Banjarmasin bahkan bisa tembus hingga puluhan juta rupiah.
Keluhan soal langka dan mahalnya harga tiket pesawat ini pun ramai disuarakan di media sosial. Banyak yang mempertanyakan apa penyebab dari kondisi ini.
Padahal, momen libur panjang pascalebaran telah lama berlalu. Selain itu, mengapa tiket dari Banjarmasin ke luar daerah masih tetap normal, namun untuk kembali ke Banjarmasin sulit didapat dan mahal harganya.
Fenomena kenaikan harga tiket dan sulit didapat ini, sebenarnya sudah terjadi sejak awal April 2026, khususnya mulai 1-5 April. Kondisi ini dipicu arus balik pascalebaran.
Tiket pada periode 8-15 April 2026 terpantau habis khususnya direct flight, dan harga tiket dari rute tertentu melonjak drastis.
Namun, apakah kondisi ini murni sekadar akibat tingginya mobilitas warga, hingga mereka berebut naik pesawat? Atau ada penyebab lain.
Penjelasan General Manager PT Angkasapura Indonesia, Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Milias Wardana dalam program Btalk Banjarmasin Post, Sabtu (10/4/2026), sedikit memberikan gambaran tentang faktor supply and demand.
Dia menyebut tidak ada lagi penambahan penerbangan, atau biasa disebut ekstra flight seperti momen puncak arus mudik dan balik lebaran tahun-tahun sebelumnya.
Ditambah lagi sepekan setelah lebaran masih libur panjang karena muncul kebijakan Work Form Anywhare (WFA).
Sayangnya, momen libur panjang yang bersambung ini tidak dibarengi dengan ekstra flight dari maskapai, sehingga jumlah seat-nya lebih terbatas di tengah kebutuhan penumpang yang masih tinggi.
Kondisi ini tidak hanya terjadi untuk penerbangan dari atau ke Banjarmasin, tetapi juga penerbangan sejumlah wilayah lain.
Selain itu kondisi ini juga disebut sebagai dampak dari peristiwa global. Perang yang terjadi di Timur Tengah saat ini berdampak pada kenaikan harga Avtur (bahan bakar untuk pesawat). Kenaikan harga Avtur membuat maskapai mengurangi penerbangan.
Terkait harga tiket pesawat domestik ini, pemerintah sebenarnya resmi membatasi kenaikan harga maksimal 9-13 persen selama 2 bulan mulai Senin, 6 April 2026.
Hal ini untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah lonjakan harga avtur global yang saat ini naik 72 persen.
Namun di tengah kondisi ini, masyarakat memang diharapkan lebih bijak saat memutuskan bepergian keluar daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Penumpang-pesawat-terbang-sedang-mengantre-dengan-tertib-di-setiap-konter-check-inbagasi.jpg)