Pilkada Kalsel 2020

Pilkada Kalsel 2020, Tim Paman BirinMu dan H2D Siap Berhadapan di Mahkamah Konstitusi

Hasil perolehan suara Pilkada Kalsel menunjukkan selisih tipis sehingga memungkinkan untuk sengketa pihak BurinMu dan H2D di Mahkamah Konstitusi.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
ILUSTRASI - Hasil pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur oleh KPU Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada H+1 pemungutan suara pemilihan gubernur Kalimantan Selatan, sederet hasil hitung cepat dari berbagai sumber sudah bermunculan.

Termasuk yang dilakukan paslon Pilgub Kalsel 2020 dan tim pemenangannya, serta dari berbagai pihak ketiga, Kamis (10/12/2020).

Dari sederet hasil hitung cepat tersebut, hampir seluruhnya menunjukkan hasil perolehan suara yang ketat antara paslon nomor urut 1 H Sahbirin Noor-H Muhidin ( Paman BirinMu) dan paslon nomor urut 2 H Denny Indrayana-H Difriadi ( H2D).

Hasil hitung cepat tersebut rata-rata menunjukkan margin perolehan suara sangat tipis antara 1 hingga 3 persen. Ada yang mengunggulkan Paslon Paman BirinMu, ada pula yang mengunggulkan Paslon H2D.

Baca juga: Hasil Pilkada Kalteng 2020 Real Count KPU, Sugianto Sabran-Edi Pratowo Unggul Sementara 51,7 Persen

Baca juga: Hanya 55 Persen, Ketua DPRD Kalsel Soroti Partisipasi Pemilih di Pilkada Kalsel 2020 

Baca juga: Hasil Pilkada Kalsel 2020, Paslon H2D Sementara Unggul Berdasarkan SiRekap KPU

Jika selisih perolehan suara ini juga terjadi pada hasil rekapitulasi resmi yang ditetapkan KPU Provinsi Kalsel nantinya, maka akan membuka peluang terjadinya gugatan hasil penetapan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Tim Pemenangan Paslon Paman BirinMu, M Rifqinizamy Karsayuda, menilai, jika hasil rekapitulasi KPU Kalsel menunjukkan hasil yang sama dengan hasil hitung cepat internal Tim Pemenangan Paman BirinMu, maka MK harus menolak jika ada gugatan. 

"Kalau konsisten dengan hasil kami yang unggul 2,9 persen, maka secara formil mestinya MK harus menolak gugatan itu. Karena, syarat formilnya 2 persen," kata Rifqi.

Kendati demikian, Ia menyatakan, tim Pemenangan Paman BirinMu siap jika memang nantinya tetap harus meladeni gugatan di MK terkait hasil penetapan Pilgub Kalsel.

Baca juga: Pilkada Kalsel 2020, H Denny Indrayana Tegaskan Tak Akan Klaim Kemenangan

Baca juga: Pilkada Kalsel 2020, Sampaikan Hasil Quick Count Internal, Tim Paman BirinMu Klaim Unggul

"Kami sudah 4 kali dilaporkan ke Bawaslu, termasuk upaya hukum ke Bawaslu RI. Tentu tim hukum kami sudah menyiapkan segala sesuatu untuk melakukan pembelaan dan argumentasi hukum terkait itu," tegasnya. 

Terpisah, calon gubernur paslon nomor urut 2, H Denny Indrayana, menyatakan, pihaknya saat ini masih fokus dan berkonsentrasi dalam mengawal penghitungan suara berjenjang yang dilaksanakan KPU Kalsel beserta jajarannya. 

Meski demikian, Ia menyatakan jikapun akan ada langkah hukum ke MK, maka pihaknya tentu siap. 

"Yang pasti, konsentrasi kami sekarang proses penghitungan di KPU. Kalau ada proses hukum di MK, ya bukan juga hal yang asing bagi kami. Insha Allah kami lebih siap untuk berhadapan secara jujur, adil, profesional di sengketa hasil di MK, kalau itu tahap selanjutnya yang terjadi," kata Denny.

( Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved