Berita Tapin
Tapin Siapkan IDI dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk Proses Vaksinasi Covid-19, Ini Tujuannya
Insiatif hadirkan IDI dan dokter Spesialis Penyakit Dalam dinilai penting karena proses penerimaan vaksin yang pertama harus melalui proses screnning
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Syaiful Akhyar
Ia mengatakan peran IDI dan Dokter spesialis penyakit dalam sangat penting karena kita belum memiliki Perda terkait kewajiban seorang boleh atau tidak untuk di vaksin.
"Intinya hari Senin kami akan menyerahkan nama 10 orang penerima awal dan penetapan tanggal penerimaan vaksin. Dan hal ini sudah kami komunikasikan dengan Bupati," lanjutnya.
Ia mengatakan untuk tenaga kesehatan sendiri yang dijadwalkan terima vaksin di tahap awal, pihaknya, sudah menginput datadi provinsi.
Baca juga: Belajar Tatap Muka Ditunda, Ketua DPRD : Inisiatif Disdikbud Sudah Tepat
Baca juga: Jelang Berakhir Kepengurusan, H Bambang Nyatakan Siap Maju Kembali untuk Pimpin KONI Kalsel
Baca juga: Cegah Covid-19, Wali Kota Ibnu Sina Pastikan Tak Lagi Memberlakukan PSBB
"Kita sudah melaksanakan penginputan data dan sebanyak 1264 tenaga kesehatan. Dari 1264 itu akan dilaksanakan screening siapa-siapa yang berhak dan tidak untuk menerima," lanjutnya.
Ia mengatakan pada dasarnya Dinkes Tapin sudah melakukan kordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses pengamanan.
"Untuk tempat penyimpanan vaksin tersebut, ditingkat kabupaten akan diamankan di Gudang obat Dinkes. Dan proses pengamanan disediakan tenda," ungkapnya.
"Nantinya akan kita amankan dulu, sambil menunggu perintah untuk didistribusikan ke masing-masing fasilitas layanan kesehatan yang akan melaksanakan vaksinasi," tambahnya.
Terkait tempat layanan vaksinasi, pihaknya mengatakan di Tapin ada 15 faskes yang dinilai memenuhi standar dan sudah didaftarkan untuk melaksanakan pemberian vaksin.
"Ke 15 faskes ini selain dinilai memenuhi standar juga ketersediaan alat yang terdiri dari 13 Puskesmas, 1 RS Datu Sanggul dan Klinik Polres Tapin," ungkapnya.
Ia mengatakan sedangkan untuk tenaga kesehatan yang disiapkan di 15 faskes tersebut, setiap faskes disiapkan 4 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari 1 dokter dengan tugasnya untuk memastikan apakah si penerima layak atau tidak menerima vaksin, Vaksinator terlatih ada 2 orang terdiri dari perawat dan bidan, 1 orang untuk admin.
"Untuk Vaksinator juga sudah dilaksanakan TOT. Intinya untuk kesiapan tenaga sudah jalan," tegasnya.
Ia berharap dengan adanya proses persiapan ini, dapat memudahkan proses vaksinasi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tapin.
(banjarmasinpost.co.id/Stan)