Breaking News:

Berita Banjarmasin

Setubuhi Anak Kandung, Oknum ASN Pemko Banjarmasin Terancam Dipecat

Setelah aksinya menyetubuhi anak kandung terungkap, Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah lingkup Pemko Banjarmasin terancam dipecat

banjarmasinpost.co.id/frans
Pj Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Mukhyar. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah lingkup Pemko Banjarmasin terancam dipecat.

Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu warga Banjarmasin dihebohkan dengan adanya seorang ayah yang diduga menyetubuhi anak kandungnya sendiri selama beberapa tahun.

Pria berinisial AS tersebut ditangkap pada Kamis (4/2/2021) malam oleh Polsekta Banjarmasin Utara dan diserahkan ke Polresta Banjarmasin dengan status tersangka.

Tersangka pun ternyata diketahui berstatus sebagai ASN di salah satu kantor kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Utara.

Terpengaruh Video Dewasa, Motif Ayah Perkosa Anak Kandung di Banjarmasin

Ayah Bejad Siap Dihukum Kebiri Gegara Tergiur Kemolekan Tubuh Anak Kandung, Rudapaksa 20 Kali

Mantan Anggota DPRD Rudapaksa Anak Kandung, Handukan Habis Mandi Kaget Lihat Ayah di Ranjang

Tak heran karenanya selain dihadapkan dengan hukuman berat di penjara, sang oknum pun juga bakal mendapat sanksi dipecat sebagai seorang ASN.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, PJ Sekda Banjarmasin yakni Mukhyar pun tak menampik pria berstatus tersangka tersebut merupakan seorang ASN di lingkup Pemko Banjarmasin.

Bahkan menurutnya sang oknum sebelumnya juga sudah pernah mendapatkan sanksi dari Pemko Banjarmasin terkait kedisiplinan.

"Memang yang bersangkutan kurang disiplin juga. Bahkan sudah pernah mengalami penurunan pangkat," ujarnya, Selasa (9/2/2021) siang.

Setahun Cabuli Anak Kandung, Pria di Halong Kabupaten Balangan Ini Mengaku Khilaf

Terkait dengan sanksi berikutnya, terlebih dengan kasus hukum yang sedang dihadapi sang oknum, Mukhyar pun mengatakan bisa saja dipecat atau diberhentikan sebagai ASN bisa saja terjadi.

"Saat ini proses hukumnya sedang berjalan. Nanti akan kita lihat bagaimana prosesnya. Apabila sudah inkrah, maka bisa saja diambil tindakan sampai pemecatan atau diberhentikan secara tidak hormat. Apalagi yang bersangkutan juga memang bermasalah sebelumnya karena sering melanggar disiplin," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved