Ekonomi dan Bisnis
Optimisme Perbaikan Perekonomian Kalimantan Selatan pada 2021 Terus Berlanjut
KPw BI Kalsel sebut terjadi kenaikan harga-harga komoditas utama Kalimantan Selatan, batu bara dan CPO, serta peningkatan permintaan dari negara mitra
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Analisis pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan ( KPw BI Kalsel ) menyatakan bahwa perbaikan perekonomian pada 2021 terus berlanjut.
Kepala KPw BI Kalsel Amanlison Sembiring, menyampaikan, berdasarkan data BPS, secara tahunan, perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV 2020 mengalami perbaikan kontraksi sebesar 2,94 persen (yoy).
Hal ini dibandingkan dengan Triwulan III 2020 yang kontraksi sebesar 4,94 persen (yoy).
"Keyakinan terhadap perbaikan perekonomian sejalan dengan kenaikan harga-harga komoditas utama Kalimantan Selatan, batu bara dan CPO, serta peningkatan permintaan dari negara mitra," ungkapnya.
Optimisme pemulihan ekonomi tersebut didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui perumusan berbagai strategi.
• Pengurus REI Kalsel Bertekad Saling Menguatkan untuk Maju dan Berkembang
• Banjir Kalsel di Gambut Kabupaten Banjar Mulai Surut, Perajin Tapai In Kembali Berproduksi
Hal itu dalam rangka peningkatan serapan belanja daerah (APBD) seperti prioritas pencairan anggaran pada kegiatan-kegiatan yang berdampak luas pada masyarakat/padat karya.
Kemudian, melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa secara transparan, akuntabel.
Serta, optimalisasi pemanfaatan aset daerah dan optimalisasi anggaran kontraktual pada kegiatan prioritas termasuk pemantauan progress penyelesaiannya.
Terkait stimulus fiskal, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), perangkat daerah terus mendorong percepatan dan perluasan serapan agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
• Harga Kedelai Naik Lagi, Perajin Tahu dan Tempe Pilih Setop Produksi
"Selain itu, optimalisasi transaksi ekonomi dan keuangan digital yang tumbuh positif sejalan dengan preferensi dan akseptasi masyarakat dalam penggunaan platform dan instrumen digital di era Adaptasi Kebiasaan Baru, perlu terus didorong," jelas Amanlison.
Jumlah merchant yang terhubung dengan QRIS di Kalimantan Selatan terus meningkat dari 58.238 merchant pada bulan Desember 2020 meningkat 6,13 persen menjadi 61.809 merchant pada bulan Januari 2021.
Transaksi e-commerce pada Desember 2020 juga mengalami kenaikan baik secara nominal maupun volume masing-masing sebesar 21,85 persen dan 23,64 persen.
Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang meningkat sebesar 5,48 persen dan 9,68 persen.
• Ekpor Kalsel Terbanyak ke Malaysia, Kelompok Bahan Bakar Mineral Sumbang Nilai Ekspor Tertinggi
• Masih Pandemi Covid-19, Nilai Ekspor Kalsel Naik
Adapun inflasi Kalimantan Selatan pada Januari 2021 tercatat sebesar 1,20 persen (yoy).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-aktivitas-pertambangan-batu-bara_20180109_165013.jpg)