Breaking News:

Berita Tanahlaut

VIDEO Satpol PP dan Damkar Tala Amankan Puluhan Elpiji Melon

Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanahlaut mengamankan puluhan elpiji melon

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penertiban distribusi liquified petroleum gas (LPG) subsidi kemasan tiga kilogram terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Persone Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Tala sejak Selasa kemarin hingga kini terus bergerak di lapangan.

Mereka menyisir kalangan pedagang yang menjual gas elpiji subsidi tersebut secara eceran. Pasalnya, sesuai ketentuan, perdagangan elpiji subsidi yang kerap disebut elpiji melon tersebut tidak bersifat terbuka di kios-kios melainkan bersifat tertutup yakni di pangkalan yang terdafar pada agen.

Pantauan banjarmasinpost.co.id di kantor Satpol PP dan Damkar di lingkungan kantor bupati di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari, terlihat puluhan tabung elpiji melon yang teronggok di ruang gudang di sisi kanan depan gedung.

Baca juga: VIDEO Revolusi Hijau di Kalsel, 10 Ribu Bibit Pohon Kayu Ulin Ditanam Serentak di Kalsel

Baca juga: VIDEO Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Kabupaten Tanahlaut, Wakil Rakyat Tala Ini Lega Bisa Divaksin

Baca juga: Banjir Kalsel, BPBD Kalsel Rampungkan Data Induk Kerusakan Dampak Banjir di Kalsel

Wabup Tala Abdi Rahman berada di ruangan tersebut didampingi Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Tala HM Faried Widyatmoko. Wabup mengecek tabung-tabung elpiji melon tersebut.

"Jumlahnya 70 tabung, semuanya masih ada isinya. Itu kami amankan dari sejumlah pedagang eceran di Kecamatan Takisung, Panyipatan, Batuampar, dan di pinggiran Kota Pelaihari tepatnya di Desa Tampang," papar Faried.

Ia menuturkan pemilik elpiji melon tersebut telah diinformasikan, boleh mengambil gas yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan UMKM itu. Namun ada syarat yang diberlakukan.

Apa itu? Faried mengatakan pemilik elpiji melon tersebut mesti melakukan konversi ke kemasan 5,5 kilogram (nonsubsidi). Jadi, tinggal dihitung nilai elpiji melon yang dimiliki dengan nilai elpiji pink (kemasan 5,5 kilogram) tersebut.

Dikatakannya, perdagangan nonsubsidi diperbolehkan dilakukan secara terbuka sehingga bisa dijual secara eceran di kios-kios.

Ia menerangkan konversi tersebut merupakan solusi terbaik agar para peragang eceran elpiji melon tak dirugikan. Mereka tetap mendapatkan nilai uang sesuai harga elpiji melon.

"Penyediaan elpiji 5,5 kilogramnya sudah disiapkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala," sebut Faried.

Selanjutnya ketika melakukan konversi, mereka diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak lagi berburu elpiji melon dan menjual secara eceran.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved