Ekonomi dan Bisnis

Dinas Perdagangan Kalsel Dukung Hilirisasi Sawit untuk Potensi Ekspor

Perusahaan-perusahan pemroduksi minyak sawit di Kalsel mengekspornya ke sejumlah negara, Cina, Vietnam, Korea Selatan, Filipina, Thailand dan Turki.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
tribunkalteng.com/fathurahman
ILUSTRASI - Petani kelapa sawit. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ekspor untuk olahan kelapa sawit dari Provinsi Kalimantan Selatan dinilai cenderung meningkat.

Hal ini diutarakan Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, sehubungan upaya pihaknya memberi dukungan pada pelaku usaha sektor tersebut.

"Satu- satunya perusahan kelapa sawit di Kalsel yang sudah melaksanakan hilirisasi hingga ke produk jadi berupa minyak goreng adalah PT Sime Darby Oils (SDO) Pulau Laut. Produknya, minyak goreng kemasan merk Alif, sudah dipasarkan di dalam negeri dan ekspor," urainya, Kamis (25/2/2021).

Selain itu, sambung Birhasani, juga ada PT Daxen yang memproduksi VCO  dan sudah masuk pasar ekspor tujuan Malaysia serta untuk pasar nasional dengan merk D'Borneo. 

Baca juga: Masuk Jalan Umum, Truk Angkutan Sawit di Tapin di Tilang Polisi

Baca juga: Warga Jorong Tala Sempat Komplain Limbah Sawit Ngalir ke Sungai, ini Kesepakatan dengan Perusahaan

"Kami harapkan ked epan lebih banyak lagi perusahan di Kalsel yang melakukan ekspor berupa produk jadi. Karena, dengan ekspor produk siap pakai, maka nilai ekspornya akan lebih besar dibandingkan dengan ekspor bahan mentah atau setengah jadi," kata dia. 

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor perkebunan cukup besar kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu sekitar 1,13 persen di tahun 2020.

Dua komoditas perkebunan unggulan Provinsi Kalsel adalah karet dan minyak kelapa sawit.

Jika didetailkan asal daerah, produk olahan kelapa sawit berupa minyak nabati asal Kabupaten Kotabaru telah diekspor ke Malaysia dan Ukraina. 

Baca juga: Raja Sawit Indonesia Borong Properti Mewah & Eks Istana Raja Jerman, Berikut Profil Sukanto Tanoto

Untuk pertama kalinya, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Banjarmasin memberikan fasilitasi ekspor pada 26,9 ribu ton minyak kelapa sawit senilai Rp 386,86 miliar dengan tujuan ekspor dua negara baru tersebut.

“Melalui serangkaian tindakan karantina pertanian, komoditas tersebut kami nyatakan telah sesuai dengan aturan dan protokol ekspor negara tujuan dan siap diberangkatkan,” kata Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto,

Dia menyebutkan, pejabat Karantina Pertanian di Wilayah Kerja Pelabuhan Batulicin, setelah melakukan serangkaian tindakan karantina, menyatakan bahw komoditas sehat dan aman. Karena itu, diterbitkanlah  sertifikasi ekspor karantina, phytosanitary certificate (PC). 

Ia menambahkan dari data pada sistem perkarantinaan, PT SDO pada tahun 2020 telah melakukan 19 kali ekspor.

Baca juga: Dilanda Bencana Banjir, Harga Karet dan Sawit Kalsel Stabil dan Cenderung Naik

Baca juga: Sawit Melimpah, Kalsel Berpotensi Kembangkan Industri Pulp Kertas

Total nilai ekspornya mencapai Rp. 881,98 miliar dengan tujuannya enam negara, yakni Cina, Vietnam, Korea Selatan, Filipina, Thailand, dan Turki.

Masih menurut Hartanto lagi, secara keseluruhan ekspor komoditas minyak sawit Kalsel menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved